BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS »

1.6.09

happy for you

adalah mudah mendoakan siapa saja yang tertimpa bencana, yang kerabatnya baru meninggal, yang rumahnya tergusur, yang kelulusannya tertunda, yang jatuh miskin, yang patah hati nyaris bunuh diri. dengan mudah kita doakan semoga mereka lepas dari keadaan sulit yang mendera. dengan mudah kita doakan mereka untuk cepat lagi bahagia.

di luar sana ada banyak sahabat kita yang jauh lebih berbahagia, lebih baik keadaannya dari keadaan kita. kenapa? karena rumput tetangga masih terlihat lebih indah. tapi, apakah mudah mendoakan mereka yang sedang berbahagia untuk tetap ada dengan kebahagiaannya? oh, iri hati, apakah kalian masih menggelayuti tatapmu pada sahabatmu sendiri. pada saudaramu yang menemukan pasangan jiwanya sementara kamu terkatung seumur hidup. pada tetanggamu yang memenangkan undian mobil sementara rumahmu baru saja kecurian? pada sahabatmu yang baru lulus sementara kamu masih harus mengulang pelajaran? pada lawanmu yang segera mendapat posisi penting di perusahaan sementara kamu masih saja pengangguran?

semoga saja kita tidak lelah. tidak merasa sukar. tidak merasa iri hati. tidak diskriminasi. jika kita berhasil habis-habisan berdoa agar mereka yang tidak bahagia bisa menuju kebahagiaannya, mengapa justru ketika mereka bahagia, kita ada mengasihani diri sendiri?

semoga saya bisa terus memperkaya hati, merawatnya dengan melihat pencapaian setiap orang, mendoakan kebahagiaan yang telah mereka raih. saat-saat itu, ketika kita melihat mata mereka yang tersenyum, semoga hati ini selalu berkata:

happy for you. :)

17.5.09

Ini semua karena Prof. Dr. Fransisco Linan,

Alkisah saya butuh data skripsi dan menghubungi beliau yang di Spanyol, dan serta merta beliau menjawab hangat, memberikan seluruh data-datanya dan saya pun bisa menyelesaikan alat ukur dengan baik. Iya, si prof adalah orang yang sangat berperan dalam pengembangan alat ukur intensi kewirausahaan yang kemudian gw kembangkan bersama cha2 dan pa Gagan. Alat ukur itu bagus banget menurut gw, jauh jika dibandingkan alat ukur intensi kewirausahaan yang udah ada di kampus psikologi UI sebelumnya.

Si Prof itu adalah yang berjasa hingga kemudian saya lolos sidang skripsi dengan nilai straight A. Dia sangat membantu, karena di skripsi ini saya bukan hanya melakukan penelitian, tapi juga melakukan pengembangan alat ukur. Dan sang Prof sangat membantu karena dia selalu me-reply email2 saya dengan sangat cepat tepat dan langsung dari tangannya sendiri tanpa asisten. Sehingga progress saya juga cukup cepat dalam mengembangkan alat ukur ini, menyebabkan saya keburu untuk lulus 3.5 tahun.

Bahkan, di payung penelitian selanjutnya, Mba Iwus mengangkat topik penelitian intensi kewirausahaan ini sebagai lingkup utama penelitian. Dalam artian, penelitian intensi kewirausahaan benar-benar jadi berkembang! Padahal waktu gw mengajukan pertama kali, Mba Iwus sempat meragukan sebelum saya cari tau data tentang intensi. Oh, dan lihat sekarang, semua mahasiswa payung penelitian Mba Iwus bahkan harus pakai intensi berwirausaha sebagai salah satu variabelnya!. Semua berkat Linan.

Lalu si saya yang tidak tahu diri ini kemudian tidak lagi memberi report padanya. Setelah sekian bantuan yang telah dia berikan, sampai detik ini saya masih berutang laporan sama dia. Mentang-mentang saya sarjana, saya lupakan semua. Oh adin, kamu sungguh keterlaluan. Penjahat penelitian. Yang bikin saya menyesal adalah, ketika akhirnya saya mem-Blackle (Google saving energy), yang saya temukan adalah foto seorang profesor yang ganteng! Aih bagaimana seorang prof bisa begitu ganteng dan muda? Oh adin, kamu sungguh kehilangan kesempatan yang sangat berarti.

Sungguh-sungguh maafkan saya, Prof. Linan...
I will report to you soon..


*foto prof Linan muncul di http://personal.us.es/flinan/

10.5.09

test drive.

sebuah kenekatan membawa saya menggunakan beat ke jalan raya mengunjungi si ophy di pmi. oh, terima kasih kepada bapak-bapak yang mobilnya saya tabrak dari depan, yang saya rem tapi malah ke gas, yang tampangnya cool-cool aja, yang bempernya saya gores, yang entah apa yang ia pikirkan tentang saya. lalu esoknya keliling dunia bersama beat. ke stasiun bogor menjemput teman ke kondangan, menuju btm dari smansa membonceng vika yang ketakutan. hehe, maafkan saya. saya akan terus berlatih. tingkatkan skill. latihan diving. menyetir mobil. ah, saya pusing hilang inspirasi.


makasih buat gilang atas kursus kilatnya waktu itu dan meyakinkan saya kalau mengendarai motor itu mungkin untuk dipelajari. :)

17.4.09

Kabar Kabur.

"Hai, apa kabar?" itu biasanya diucapkan orang-orang (mungkin juga termasuk saya) untuk sekadar berbasa-basi. Oh, bahkan kalau saya menjawab panjang lebar, kok mereka tidak mendengarkan. Oh, bahkan kalau mereka menjawab panjang lebar, kok saya lupa jawabannya?

Ahaha, tapi tidak semua begitu. Saya jarang basa-basi kok. Belum terlalu bisa, meski sudah ada kemajuan sedikit, hahaha. Begini kawan, bagi kalian yang ingin tahu kabar saya. Kenapa saya jarang ngepost lagi adalah karena sepulangnya dari cina, saya kesulitan. Sulit berinternet.

Konon ada smart. Tapi kok yaa si smart itu kok membuat saya merasa bodoh menunggu halaman-demi-halaman terbuka sampai saya tertidur dan baru terbuka esok harinya. Uh, bikin saya desperado dan merasa mau mati. Tapi si teteh meminjamkan smart dia yang versi 20, membuat saya bisa mengakses internet dengan keterlambatan yang bisa ditolerir.

Ehm, jadi apa yang sudah saya lakukan selama ini? Tidak ada. Oke ini adalah daftar wishlist saya setelah lulus:
1. Lanjut S2. Hal ini terhalang karena waktu itu saya telat bayar uang pendaftaran. Katanya ada lagi sih pembukaan di bulan Mei. Tapi saya pikir-pikir lagi deh (punjabi ceritanya).
2. Bekerja menjadi HRD kaya. Satu-satunya lapangan yang banyak mengundang S1 Psikologi. Tapi belum ada yang cocok dengan (baca: mau menerima) saya dan bergaji bagus dan sesuai dengan idealisme saya (ahahay, idealisme yang mana??).
3. Les TOEFL lalu cari beasiswa. Les Toefl tidak berlanjut karena saya ke Cina, jadi 1jt itu buat sedekah ke ILP aja (padahal minta untuk dibayarin lesnya udah susah payah). Daftar beasiswa belum pernah sama sekali! Parah.
4. Nulis artikel, buku, or apapun. Tidak dijalankan sama sekali. Oh berapa umurmu sekarang, nak? Kapan mau jadi penulis lalu nerbitin buku??
5. Jadi wirausaha. Bleh, usaha apa yang udah saya mulai? Ga ada.

Gw merasa, beda sekali jaman muda, jaman kuliah, jaman berapi-api ketika gw bebas mencatatkan impian di paket impian gratis dari Tuhan. Sekarang, ketika udah lulus adalah Aplikasinya bung! Dan oh pria (baca: oh man), apa yang sudah gw kerjakan selama ini? Nyaris tidak ada usaha menaiki tangga menuju impian2 gw, hahaha (ketawa stres). Dan lebih parahnya gw senang-senang aja menikmati masa pengangguran banyak acara gw ini :).

Itulah mengapa, seolah-olah gw sedang menunggu menanti duduk manis mendapat hadiah besar dari undian, padahal ngirim kupon undiannya pun ngga!! Ahahaha. Crazy is yes i am.

Karena berfikir seperti itulah, maka gw mulai take action untuk memulai blog ini: episode sebagai langkah menuju poin 4 di atas. Masih kasar dan cupu banget sih, hehehe.. Mohon dikomen ya kalau berniat baca :).

Thanks all. Semoga Indonesia semakin maju, sehingga menjadi hak setiap warganya untuk mengkonsumsi internet secara lancar dan murah.

6.4.09

potential kid.

dari bandara sudah terlihat mana negara miskin, mana negara maju.
dari udara sudah terlihat mana lebih sehat, mana berasap.
dari jalanan sudah terlihat mana halus, mana berlubang.
dari tempat publik sudah terlihat mana memuaskan, mana kekurangan.

oh, kamu begitu butut wahai indonesia, begitu - begitu - begitu kalah hebatnya dengan mereka. tapi mengapa kamu tetap bikin saya cinta juga diam-diam kita percaya. seolah-olah kamu kasih tahu saya, bahwa kita tidak selalu harus cinta pada yang terhebat. seolah-olah kamu yakin selama kamu bisa bikin saya nyaman, maka saya bisa tulus cinta sama kamu. dan seolah-olah kamu tahu kalau saya bisa percaya sama kamu, maka kamu bisa bertambah hebat selalu.

kembali sudah.

cuaca tidak begitu bagus tapi cukup untuk membiarkan GA899 terbang di hari itu. untung saja tidak delay, karena konon katanya garuda suka delay karena cuaca GZ yang suka buruk di sore hari. konon juga katanya jika delay garuda tidak pernah memberikan kupon makan untuk penumpangnya menyebabkan mereka semua hampir mati kelaparan (atau kenyang tapi kehabisan duit). dan konon katanya juga kemarin itu ada pasien mati karena garuda delay lalu dia kehabisan infus. benarkah? saya tidak tahu. tapi untungnya cerita-cerita itu hanya gosip belaka, karena pada hari itu garuda terbang tepat waktu. dan saya deg-degan.

deg-degan karena mau pulang ke indonesia. deg-degan karena senang sekali akan dijemput oleh mereka. mereka semua kebanyakan pacar, berempat jemput saya. ichi, ophy itu pacar-pacar saya, mereka sengaja naik damri dari bogor. lalu ada gilang yaitu pacar saya juga dan ada rere yang pacarnya pacar saya, mereka berangkat dari bandung menuju bandara. ahh, kalian tidak mungkin tahu rasanya dijemput orang-orang tersayang ketika kamu mau pulang dari merantau sebulan. rasanya senang sekali, kamu tahu?

lalu kita bersetiran menuju bogor. tidak jadi makan di belahan jakarta, karena katanya ibuku sudah memasak untuk semua, dan membuat saya terharu juga. kamu tidak tahu rasanya bagaimana rindunya akan masakan rumah, setelah selama satu bulan kamu masak tidak jelas. tidak jelas apakaah kamu memasak, atau sedang membuat ramuan baru? rumah sudah rapih, kakak-kakak dan keponakan menunggu, ayah dan ibu menanti, dan oh saya tahu lalu yakin ternyata mereka semua sayang anak bungsunya. dan mereka semua menanti oleh-oleh darinya.

tapi sayang koper tidak bisa terbuka karena kunci terbawa oleh paman dan bibi saya menuju jakarta. ahh bete, hahaha. lalu ya sudah tidak ada acara bongkar oleh-oleh ramai-ramai yang sudah saya bayangkan jauh-jauh hari. yang sudah saya rancang imajinasi bahagia itu di jauh hari.

bagaimanapun, hari itu, tetap hari yang sempurna. makan malam di rumah, bersama pacar-pacar tersayang, ngobrol melantur hingga dini hari, juga berada di tengah keluarga dan masakan mamah. menyebabkan saya merasa pulang seutuhnya. :)


*terimakasiih untuk gilang, rere, ichi, ophy, mamah, abah, teteh, teh ani, lala, kumi, inay, rayan, dzaka, dzaki, dan yang lainnya yang seolah-olah tidak terlihat tapi saya tahu hati kalian selalu ada ruang untuk saya.

1.4.09

saya akan merindukan ini.

Udara dingin seolah-olah saya berada di Bandung jika sedang dingin, pemandangan jalan beton dari tingkat lima hospital, kaca jendela dapur yang jika dibuka angin dingin menerpa, membuat beku rindu akan indonesia. lihat itu di bawah, orang-orang sudah bergegas kesana kemari, selalu ada yang dilakukan. saya senang di sini, tidak seperti di sana dimana anak-anak muda duduk-duduk di tepi jalan sambil menggoda.

juga kamu lihat di jalan, sepeda ada di mana-mana, karena motor dilarang. membawa barang berdus-dus untuk berjualan. saya senang di sini, bebas dari asap motor dan metromini. bis-bis berjalan di bawah jalinan listrik, berhenti di setiap stasiun serupa busway. maka lalu saya suka melakukan random trip tidak tentu kemana.

kamu bisa lihat saya berjalan ke halte terdekat dimana bis-bis berhenti sesaat. lalu kamu lihat saya naik bis itu entah nomor berapa, untuk kemudian turun entah dimana. oh, tapi kamu lalu tahu begitu mudahnya bahkan saya selalu selamat sampai kembali di hospital. maka bisa kamu dengar saya bertanya-tanya, kenapa dirasa lebih aman di sini, dibanding jakarta sana?

menyenangkan rasanya, suasana di sini, tidak seperti rumah sakit kebanyakan. suster yang ramah dan senang tertawa, para penunggu lain yang sama senasib dan rupanya sedang mencari teman dan senang untuk berteman. meski tidak semua orang cocok dijadikan kawan dan teman jalan-jalan.

oh itu di pojok sana ada dapur untuk kita semua. rasanya bukan di hospital, rasanya di kosan. memasak bersama dengan akses pasar yang tinggal menyebrang. terkadang gosong, terkadang terlalu mentah, terkadang keasinan, terkadang tidak ada rasanya. maka itu saya juga akan merindukan warung muslim restaurant di seberang sana. oh pria pakistan-cina yang tampan itu dan senyumnya itu, sayang sekali dia tidak bicara inggris, tidak juga indonesia. tenang, lain kali saya belajar mandarin. oh warung itu, mahal sekali tapi, enak sekali tapi, dan halal yang pasti. maka lalu saya beli tidak peduli.

saya akan rindukan itu, tempat-tempat tujuan wisata, ohh cina bagian kecilmu ini juga indah dan mudah terakses. pertama saya buta dan hilang arah. si opay meninggalkan saya bersama google earth dan iguangzhou saja. tapi lama-lama dengan itu semua rasanya cukup. oh saya suka kamu, kemajuan jaman. tapi saya berharap melalui ini bersama teman. dan alangkah indahnya jika bisa menghabiskan waktu bersama opay di sini. rasanya kita bisa menaklukan apa saja, bukan?

saya pasti rindu ini, akses internet setiap saat, ditemani online Yahoo! dengan para sahabat di seberang sana yang terkadang kami bergabung dalam Conference. Oh sungguh mengobati rasa rinduku akan kalian. meski saya bisa baru tidur jam 2-3 pagi. meski besoknya harus masak lagi. Oh terimakasih semua, kalian yang mau menemaniku berbicara di sini, membuat aku tidak lupa pada bahasa Indonesia.

Ah ya, dan tentu saja saya akan rindukan kaliah, teman-teman kebanyakan Viet Nam. saya akan merindukan kamu Binh, Heung, Heup, Ainh, Vy, Mr. Thuang, dan yang lainnya. saya akan rindu obrolan malam-malam di dapur kita bersama sambil menikmati pemandangan dari jendela terbuka. dan oh ya, terimakasih atas main kartu ala poker Viet waktu itu.

Kamu, Guangzhou, berwujud kontradiktif yang indah di mata saya. Kamu menuju modern tapi kamu pegang erat harta kuno kamu. Kamu berisi para pelanggar aturan tapi kamu bungkus mereka dengan sistem yang teratur. Kamu bangun itu gedung-gedung tinggi, tapi kamu wajibkan mereka bangun taman publik di gedung miliknya. Kamu yang katanya pusat belanja, tapi mengalokasikan tempat dengan jualan spesifik. Ini tempat pusat Tas, ini tempat pusat Handycraft, ini pusat Elektronik, ini pusat Ikan Asin, ini pusat tempat jualan Baut, ini tempat pusat jualan Sepatu. Semua ada dengan bagiannya sendiri, mendapat penghasilannya sendiri, dan itu tandanya kamu jalankan "keadilan sosial bagi seluruh rakyat Cina". Kamu meminta biaya hidup yang murah, tapi kamu juga banyak menipu kami yang tidak bisa bahasa kamu. Dan kebanyakan kamu bersepatu boot hak tinggi, tapi justru ramah dari dasar hati kamu. Dan.. oh ya tidak aneh juga melihat para wanita kamu menyetir bus publik dan menjadi tukang ojek, atau para pria kamu berjualan memasak di pinggir jalan.

Dan saya akan rindukan kamu, Guangzhou, dari cara kamu melihat saya yang berjilbab ini dan bermata cantik terbuka (haha), cara kamu yang melihat saya ketika berkamera di setiap sudut kamu, cara kamu melihat saya bersama headphone autisan kemana-mana. Tapi tidak peduli, justru saya nikmati, dan akan saya rindukan ini suatu hari nanti.

Sampai jumpa, wahai kamu yang sudah memikat hati saya. Membuat saya penasaran akan isi belahan dunia lainnya. Semoga kita bertemu lagi dalam kesempatan baik, yang lebih baik dari sekarang.

Dari sini ada cinta saya untuk Kamu.



tiga hari lagi saya pulaang!

21.3.09

*mimpi

aku seolah-olah berada di rumahku yang dulu membawa dua buah kardus besar berwarna cover cadburry berisi makanan oleh-oleh yang ternyata setelah dibuka isinya lebih bermacam-macam lagi. ada coklat, permen, biskuit dan yang lainnya dan rasanya enaaak sekali. aneh, padahal ini kan mimpi, tapi kok bisa merasa. ada teh eyi yang mau pulang ke bandung lalu meminta oleh-olehku tersebut juga anak-anak keponakanku yang diketuai oleh lala, mereka akan pulang ke rumahnya masing-masing katanya. lalu ternyata mereka juga habis berpergian, mereka juga membawa oleh-oleh.

"tuh, ada di kulkas. jus, lucu deh, jus nya macem-macem rasanya. tiap rasa mewakilkan kepribadian tertentu". ah, mimpi ini pasti karena aku kebanyakan facebook bermain kuis-kuis itu sampai botak: rasa apakah aku? warna apakah aku? bagaimanakah kepribadianku? kapan nanti aku nikah? dst. oh facebook saya keranjingan kuis mu.

masih ada snack lainnya, snack uang kertas monopoli goreng. uang di mimpi itu setelah saya sadar barusan ternyata uang yuan, bukan uang monopoli, pantas merasa pernah lihat dimana. di mimpi itu uang yuan menjadi snack yang dikunyah. "ih ini kan uangnya kotor, bukan uang baru gitu" kata saya. "ngga kok, itu tadi nenek gorengin sendiri untuk anak-anak" kata teh eyi.

masih ada barang aneh lainnya, misalnya saya sempat baca berita di mimpi saya mengenai lilin, penjualan lilin yang lagi gencar-gencarnya: lilin romantisme. warnanya ada merah dan hijau, lilinnya seperti lilin aromaterapi gitu yang kalau dibakar membangkitkan rasa sayang terhadap pasangan sehingga ketika pacaran bertambah mesra. cocok untuk candle light dinner. sehingga para pasangan yang tinggal jarak jauh dan rentan untuk sering berantem akan menjadi sulit berantem ketika bertemu. dan... barang apa lagi ya? saya lupa.

lalu mimpi berjalan lagi, di sana saya lihat kakak saya si opay, dan dzaka yang sudah besar (kira-kira 12 tahun, sekarang masih 7th) sedang akan solat berjamaah lalu abah saya datang. "kok abah lama banget.." itu rengek si dzaka yang entah kenapa hanya ada dzaka tanpa dzaki. "hujan katanya" itu jawab kakak saya si opay. lalu kemudian abah saya datang dari luar mengenakan gamis putih panjang, dan mereka pun solat berjamaah. aneh, sejak kapan kamar mandi saya di luar.

lalu saya berkeliling, saya lihat ibu saya sedang tidur dengan selimut bulu putih yang besar. lalu saya hampiri, dan saya tiduran disebelahnya.

"gimana di sana?" lalu ia terbangun bertanya. tangannya mengusap-ngusap kening saya dan memijit-memijit kening saya. aneh biasanya teteh yang melakukan itu bukan ibu saya. lalu saya tiba-tiba menangis, padahal saya hati sedang senang. tapi ibu saya tidak bertanya ibu saya hanya menunggu cerita saya.

"rasanya setelah dari sana, saya ingin pergi lagi ke belahan dunia lainnya". menyesal rasanya saat itu karena sudah bukan lagi ada di cina. Aneh, menyesal kan harusnya di akhir, bukan lebih awal melalui mimpi. lalu kita berdua bertukar cerita kembali. dan ibuku berbicara juga tentang pengalaman-pengalamannya yang tidak aku ingat saat ini. kamipun tenggelam dalam pembicaraan yang intim antara ibu dan anak sampai akhirnya saya bangun.

saya bangun, tersadar dari mimpi dengan hati sedih dan dipenuhi rasa rindu. detik kemudian saya sadar bahwa diam-diam saya sangat rindu ibu saya, dan sekian waktu tadi, saya yakin di belahan dunia lainnya ibu saya juga sama merindukan saya.
lalu secara ajaib kita lalu berteleport melalui mimpi.

itu mengapa saya suka tidur untuk berkereta menuju mimpi.

17.3.09

Dien Interview: My Father My Hero

Berikut ini seolah-olah saya orang berbakat seperti Dewi Lestari dan mengalami wawancara seperti di bawah. Deretan wawancara ini saya buat karena saya bagaimanapun juga adalah anak kandung ayah saya dan bagaimanapun juga saya cinta ayah saya melebihi pacar saya. Naskah asli saya dapat dari sini.

1. Bagaimana kehidupan kecil Mbak Dien dengan Ayah?
Sejak kecil saya memanggil panggilan ayah saya dengan sebutan "abah". Yang saya tau dulu itu ia pagi-pagi subuh buta suka mengejar bis lalu kembali lagi malam-malam. Sewaktu kecil saya jarang di rumah, tetapi lebih sering di rumah kakek saya setiap pagi minum kopi dan bermain asap rokok.

2. Mana yang lebih dekat dengan Mbak Dien? Ayah atau Ibu?
Sepertinya Ayah. Sebenarnya waktu kecil banget lebih dekat dengan Kakek.

3. Bagaimana sifat Ayah Mbak Dien secara keseluruhan?
Humoris, demokratis, ramah, senang membantu orang lain, senang mengobrol dengan setiap orang, perfeksionis, ribet.

4. Adakah perlakuan Ayah Mbak Dien yang selalu terkenang sampai sekarang, atau bahkan semua itu mengubah hidup Mbak Dien?
Abah itu selalu baik ngga pernah marah seumur hidup dan selalu memberi setiap yang diminta. misalnya: bah, beli helikopter! jawabnya pasti: belii... udah gitu dia selalu membantu siapa saja, dan hobinya memarkirkan mobil orang atau mendorong mobil yang mogok. dan dia selalu bersifat demokratis sehingga anak-anaknya berada di jalur yang benar karena tidak mau bikin kecewa ayah yang sudah kasih percaya.

5. Pernahkan Ayah Mbak Dien berperilaku layaknya Super Hero dalam keluarga?

Ngunciin pintu setiap malam. Sekarang abah selalu jemput saya kalau sudah kemalaman naik vespa butut di tukang sate. Pacar saya saja belum tentu selalu mau jemput (iyalah, jauh, haha).

6. Adakah perilaku lucu dan menyebalkan yang pernah dilakukan oleh Sang Ayah dan masih dikenang sampai sekarang?
Abah selalu lucu dan chimrin. kalau gatal punggungnya dia suka gesek-gesek punggung ke tembok yang perilakunya itu menyebabkan diikuti oleh kambing peliharaannya. Dia sempat memelihara kambing yang yatim piatu padahal kita hidup di tengah kota.

7. Ayah Mbak Dien akan marah-marah jika?
Tidak pernah. Kecuali abis makan sate kambing, lalu ia mendengar saya asik seru ngobrol dengan si opay. ia marah-marah begitu karena ia iri hati.

8. Pernahkah Sang Ayah berbuat kasar pada Mbak?
Nggak.

9. Bagaimana perlakuan Ayah Mbak Dien ketika menghadapi pacar atau cowok Mbak?
Hmm... baru-baru ini abah kasih jam malam kalau saya pacaran.

10. Lebih kemanakah tipe Ayah Mbak? Demokrat atau diktaktor?
Demokrat abiis.

11. Bagaimana Ayah Mbak Dien dalam menanggapi masalah pendidikan anak-anaknya?
Waktu SD sempat mau dimasukkan ke SD inpress. beruntung ditentang oleh ibu. tapi saya tau ia bersikap seperti itu karena ia yakin anak-anaknya super cerdas, haha (amin)

12. Kata-kata atau nasehat apa yang paling diingat oleh Mbak Dien yang pernah keluar dari mulut sang Ayah?
"kamu bebas mau jadi apa pun. mau jadi polisi, silahkaan.. asal jadi polisi yang bener. mau jadi guru silahkaan asal jadi guru yang bener. apapun asal jadi orang yang sebaik-baiknya nanti di pekerjaan itu" begitu dia bilang waktu saya masih kecil.

sudah besar sedikit dia tambahkan ini: "kalau kamu mau keliling dunia, silahkan mumpung masih muda. cari ilmu banyak-banyak. tapi nanti jangan lupa kembali lagi ke sini. bangun indonesia"


13. Adakah perbedaan sikap Ayah yang dulu dan sekarang? Ceritakan?

Sekarang abah lebih ingin menunjukkan eksistensi dirinya. misalnya dia pengen beli motor Harley, cita-citanya semasa muda.


.

15.3.09

efek 21

ini 21 tahun, kamu tahu. kalau di dunia manusia itu artinya sudah dewasa. bukan 17 sayang, tanda dewasa itu lebih pantas 21. secara fisik dan psikologis mereka lagi berada di puncak kehidupan. siapa bilang? ah kamu, itu ada di buku perkembangan karangan papalia ods dan feldman 2009. kamu boleh macam-macam di usia 21. berpisah dengan orang tua dan minum wine. dan bisa juga menikah.

usia saya hari ini 21 tahun tepat 1 bulan. sekeliling saya mulai menikah satu-satu. kemarin lalu saya berpikir masih panjang dan, oh kawan.. kamu tahu? pernikahan itu begitu menyeramkan. seperti menyelesaikan kehidupan kamu begitu saja. dan, oh kawan, pernikahan itu begitu memberatkan. maka jangan heran tetangga kamu yang beribu-ibu itu senang sekali bergosip. dan maka saya tidak. tidak siap menikah dalam waktu dekat.

tapi oh, kamu tahu saya lagi di Cina. kamu tahu saya bersama satu gedung pasien penderita kanker. kamu tahu berapa banyak malaikat pencabut nyawa berkeliaran di sini. dan kamu tahu semua membuat saya berfikir bahwa tidak ada yang bisa bertahan selamanya. tidak juga nyawa.

dan, oh sayang.. saat ini saya berada di puncak kehidupan manusia. mungkin saya masa bodoh tentang kematian. mungkin saya masa bodoh tentang pernikahan. tapi ini saya di sini. menyenangi hidup, menyenangi kehidupan. kenapa? karena itu harus. kenapa? karena hidup ini tidak akan pernah bertahan untuk selamanya.

dan kamu tahu di usia saya yang 21 tahun 1 bulan ini saya merasa mereka begitu berharganya. keluarga yang begitu besar cintanya. sahabat dan pacar yang tidak kalah berartinya.

dan kamu tahu ini 21 tahun saya punya segalanya kecuali pekerjaan. dan saya menikmati satu hal baru. keyakinan. keyakinan tentang segala kebaikan yang telah saya miliki. tentang pembuktian bahwa saya bisa merubah awan hitam menjadi hujan yang memberi kesejahteraan. dan rasa percaya itu juga masih ada kembali membumbung tinggi. keinginan hati yang tetap berjalan dengan pikiran yang logis. cita-cita dan mimpi yang masih bisa saya pegang dengan kuat. dan kesenangan, kini saya miliki bukan dalam artian semu.

dan maka di 21 tahun ini saya siap bertanggung jawab. untuk tinggal mandiri. untuk bekerja. untuk sekolah lagi. untuk memasak. untuk menafkahi orang tua. untuk menikah.
untuk keliling dunia. untuk punya anak.
.
.
di puncak ini, saya mulai untuk tidak jadi ababil lagi.

11.3.09

Di balik Pengasingan

Mungkin kamu pernah bermimpi untuk tinggal di suatu tempat yang asing dengan suasana asing bahasa yang asing dan orang-orang yang asing yang tidak kamu kenal satu pun. Maka begitulah saya juga pernah berkeinginan seperti itu. dan inilah juga saya berada kini di tempat yang asing di suatu negeri yang asing dengan penduduk terbesar di dunia. Kalau kamu masih belum tau dimana itu, maka saya kasihtau ini di Cina. Untuk apa? lalu kamu tanya. Untuk merawat paman. Sakit apa? Kanker. Mohon doanya.

Ibu bilang saya suruh berangkat gantikan kakak. Ibu tampak senang. Kok senang?
"pasti mama seneng karena rumah bakal jadi rapi kalo adin pergi ya?" itu tuduh saya. "Bukan gitu, mamah sama abah seneng karena kita bisa bantu orang lain. Biasanya kan susah cari kesempatan itu, ada uang ga ada waktu. ada waktu ga ada kesempatan." ujar si mamah panjang lebar. aku manggut-manggut.

dan tiba-tiba setelah tersadar disinilah saya berada, adin di usia 21 tahun, di suatu negeri yang asing, bersama orang-orang yang asing, dan bahasa yang asing. Sendiri saja, merawat paman. Selama sebulan.

Canggih bukan?

4.3.09

"thank you for introduce me to your nice friends.."

dalam dua minggu ini, gw menghabiskan sebagian besar waktu di Bandung, oleh karenanya Bandung serasa dekat.. pertama, gw ke bandung untuk acara Touring anak-anak Singapore International School di Bandung-Lembang-Cikole. Menghabiskan tiga hari Rabu-Kamis-Jumat di sana. Tapi oleh karena gw harus ikut pulang menuju Jakarta, akhirnya gw bersama Ichi dan Gilang kembali mendatangi Bandung di Senin subuh kemarin.

Senangnya...

Thanks ya Gilang, Ichi, Adnan, Rere, Sheny, Yuda, Gema, atas jalan-jalan dan waktu begadangnya! :))

dan satu kalimat itu yang dikatakan orang itu di pagi itu membuat gw senyum-senyum sendiri dan rasanya senang senang sekali.

18.2.09

mari bermain!

Spons yang merasa besar di dunia yang kecil, jangan menyerah. Hiruplah oksigen sebanyak kamu bisa terbang. Melayang. Memandang. Bahwa masih banyak hal-hal yang bisa dipandang dengan garis bias abu-abu. Kita tidak pernah menjadi kebesaran karena dunia ini terlalu luas. Karena lautnya, semakin kita minum, semakin bikin kehausan.

Maka saya tantang kamu, wahai duniaku hari ini.

Thank you for coming!

Terimakasih untuk semua:

Prita dan prijo, Dp, Ncit, Anggie, Rachel, Omen, Apink, Ophy, Cune, Mia, Ichi, Teguh, Ovie, Rere, Agung, Aip, Uthie, Pepe, Nawi, Tidar, Nani, Dede, Gilang, dan Silak yang udah dateng di 15 Februari.

Untuk Pepe, Tidar, Yuli, Uthie, Dede, Agung, Aip, Rere, Ichi, Ilham, untuk rekreasi Dufan yg sangat menyenangkan!

Dan tentu saja untuk ichi, rere, ilham, untuk peralihan tujuan dari Blok S menuju Bandung. Plus Adnan, yang bersedia menampung kami dan menemani berwisata dari Ciwidey sampai Igelanca dengan badan yg belum mandi dan HP mati semua tanpa charger. Haha… Edun…

These last three days was soo.. nice. And I thank you all.

8.2.09

people called it sucks.

hal-hal sepele seperti:
suka dengan sepatu yang tidak tepat ukuran,
aksesoris warna pilihan habis setelah akan dibeli,
tempat duduk yang penuh ketika tiba-tiba ingin.

when u feel:
everybody just mixed with their own business,
and then u just walk alone.

o, lonely, why u sent me a greetings.

16.1.09

a little bit contemplation


gelisah, gundah. ga tenang tidur. kusam.
gw pun ke kampus dan kembali mensyukuri di detik-detik terakhir gw menjadi mahasiswa. mengurus wisuda ke rektorat lalu naik sepeda. aih, enaknya.. cuaca yang mendung, moga-moga turun hujan. ah, saya rindu hujan. disapa hujan dibawahnya lalu merenung sendiri.

tapi tidak. cuaca mendung belum tentu turun hujan. saya pun ke UI Wood. kamu tahu? pasti tau, eh tidak? yah, adalah suatu tempat dimana beredar danau dan dilalui jalur sepeda. hebat betul sang gumilar. saya menghargai jalur sepeda, meski banyak juga yang menanggapi nada miring. seperti saya menghargai adanya busway di jakarta, meski tidak semua suka. ah, apapun pasti ada yang mendukung dan menentang bukan?

jalur sepeda membuat mahasiswa mengetahui sisi-sisi indah dari ui. ada hutannya, ada danaunya, ada perpus pusat. udaranya, rasa lega yang ditimbulkan. buat gw, jalur sepeda membuat gw bisa menemukan tempat-tempat untuk autis sendiri. karena, gw bisa ke tempat-tempat tersebut tanpa jalan kaki. ya, gw kan pemalas, haha.

hari itu, tepatnya hari ini, gw ke situ. ke tempat turunan yang membuat sepeda melaju kencang. aku ingin berada di atas angin! ya, tidak mau membuat suatu keputusan penting, meski harus. tinggal tunggu tanggal mainnnya. tapi, apapun, sekarang seya berada di atas angin. lalu duduk, berhenti di pinggir danau UI wood. memandangi makara yang terbuat dari daun, dan tulisan UNIVERSITAS INDONESIA. saya tak berlebihan meng-caps lock, karena memang tulisannya besar-besar. disinilah saya berada dan pernah jadi mahasiswa. di UI ini. bukan Unpad. bukan ITB. bukan Bandung. tapi di UI, yang semakin gw sayang ketika gw mau pergi.

lalu parkir sepeda. duduk bersila di pinggir danau. melihat orang mancing. danau yang sepaket dengan air. hijau rumput, daun, pohon. langit yang tidak cerah. melamun sendiri. dengarkan peluk. hhh... paling mengesalkan kalau ga tau apa yg bener-bener kita mau. atau kita tahu yang kita mau, tapi ga tau apa yang bener-bener kita butuhkan. maka setiap orang perlu berkontemplasi. seperti gw hari ini yang sudah gerah.

kontemplasi itu bergema, memberikan gelombang pelajaran di hari ini. pernyataan kalau mendung tidak berarti akan selalu hujan itu betul. sama halnya dengan kenyataan kalau rasa sayang yang setinggi langit juga belum tentu membuat dua orang bahagia. itu kenyataan baru. ternyata.. rasa sayang aja nggak cukup.

ada satu hal yang lebih penting. seperti kamu memiliki satu teko air yang ingin kamu bagi dengan gelas. ternyata tidak hanya jumlah kualitas dan kuantitas dari air saja yang penting. masih ada yang lebih penting. cara menuangkannya.

maka dari kita, ada hal-hal yang kita tidak mengerti. dan kita berbeda dalam menyampaikannya. cara menuangkan sayang itu kita tidak tahu mana yang betul mana yang benar. mana yang kebetulan mana yang kebenaran. hingga kita berbeda, berada di dua gelombang yang beda. am dan fm. meski masih satu radio tegangan tinggi. tapi tidak bertemu.

apakah saya berlebihan, atau kamu yang begitu statis. maka tibalah kita di di persimpangan untuk satu keputusan penting. kalau-kalau benar adanya rasa sayang yang setinggi langit itu belum juga cukup.

:"karena kaulah, satu yang kusayang, dan tak layak kau didera.." -dee
***


wahai fisikawan,

kira-kira kenapa air yang selalu santai mengalir sekalipun,

merasa perlu berubah bentuk di cuaca yang berbeda?

hilangnya sepeda motor

beberapa bilangan waktu yang lalu, gi nelpon kalo dirinya baru punya sepeda. iya beli sendiri dari duit honor proyekan, katanya. saya tau dia sudah lama menginginkan sepeda. seperti anak kecil menginginkan .. apa yah? anak-anak sekarang maunya apa ya? ah, yg penting adalah dengan riang gi kembali cerita. iya, udah dikasih nama. namanya si motor. kok motor?. iya, soalnya udah lama aku pengen punya motor tapi ga pernah boleh, jadi aku namain aja sepeda aku motor. kan sama aja. aku punya motor jadinya sekarang. oh, ya ya saya manggut-manggut masuk akal. akal orang yg freak tapi.

beberapa bilangan waktu kemudian, gi sms lagi. ad, sepeda aku ilang. loh? ko bisa. saya menelepon. iya, tadi lagi makan di gelap nyawang, terus ada bapak-bapak pake seragam telkom lagi makan juga, terus dia bilang dompetnya ketinggalan, terus minjem sepeda aku 10 menit katanya. ditungguin ga dateng-dateng juga. emang kamu nunggu dari jam berapa? jam 8-9an kali. padahal waktu itu jam 12 siang. antara pengen ketawa dan kasian. ah gilang karunya pisann.. iya, sedih banget nih. udah ikhlasin.. ga mau, ga rela aku. yang sabar ya.. pusing nih jadinya. saat itu saya tahu rasanya kamu pasti sedih banget, karena itu sepeda yang kamu pengen-pengen dari dulu.. itu lebih dari sepeda, adin.. sebagian diri aku ada di situ.. ya udah ntar kita beli lagi.. ga mau ah, ga mau beli lagi.. kamu mah ga ngerti gimana rasanya, aku tuh kesel..

berasa konseling, saya bertanya: memang apa yang bikin kamu kesel?
sepedanya ilang. jawab dia pendek.
terus?
terus kesel aja adin, yang masa dia mah pegawai kantoran, yang punya gaji tetap setiap bulan malah nyuri sepeda aku yang aku beli dari duit honor proyekan. cape tau adin ngerjain proyekan gitu..

ya udah, yang penting kan niat kamu baik..

ga tau ah..


ah gilang, orang baik memang banyak ditipu orang..
jadi inget janji joni..


*buat kalian yang bersepeda, hati-hati dengan motif penculikan sepeda di atas.

10.1.09

thanks for 2008!

2008 ini:
gw merasakan indahnya mencari ilmu di mata kuliah yang diberikan di kampus. indahnya mengerjakan penelitian skripsi. bergairah membuat alat ukur. senangnya berdiskusi dengan dosen. belajar lisrel. nyamannya melangkahkan kaki di kampus. berteman sana sini. menjadi angkatan 2005. menjadi pimred Jejak yang perlu dijitak, haha. punya pacar yang baik dan sabar dan berkembang. sering diajak jalan-jalan. punya sahabat luar biasa. punya kelompok kaup pelatihan luar binasa. berhasil melalui sidang sambil sakit radang. berhasil menyelesaikan skripsi. punya orangtua lengkap. kerluarga hebat. dibanggakan. membanggakan. hubungan baik dengan orang-orang di masa lalu. berteman dengan teman main. ke semeru. magang di mercy. belajar cari penghasilan sendiri. perpanjangan beasiswa. ke semeru. masih berakrab ria dengan tahulogay dan tidak pernah merasa jauh dan tidak pernah merasa berkurang rasa sayangnya. berani bermimpi. punya mimpi. punya temen diskusi mimpi si anak robot itu. merasa lega. belajar untuk berdamai dengan diri sendiri. sedikit berdamai dengan masa lalu. menyenangi yang dimiliki. menyayangi yang dimiliki. merasa lengkap. merasa dilengkapi. merasa melengkapi. merasa patut bersyukur... =)

makasih ya, 2008.. sayangkaliansemuaselalualways..

significant others

"cerdas ya, kamu tuh cerdas" kata abah tadi sore.

lalu tiba-tiba saya merasa berkali lipat lebih cerdas dari biasanya.

lalu mau kemana?

setelah ucapan selamat sana sini, sun pipi kanan kiri, pernyataan yang diajukan selalu sama: terus mau ngapain? abis ini mau apa? mau kerja dimana? and so on..

ahaha, terus terang gw deg-degan dengan besok. ketika gw masih jadi mahasiswa (deuh yg udah sarjana, haha!) gw punya banyak mimpi yang pengen gw realisasikan. dan sekarang ketika gw udah sarjana, kira-kira inilah tahap dimana gw sampai di persimpangan dan menentukan, mau kemana?

ah, lantas gw deg-degan.. waktu setelah sidang bahkan gw ga berani untuk apply sana-sini (takut ditolak, hehe). takut mimpi-mimpi yang ga kecapai. takut masa depan buram. takut ga bisa memenuhi harapan keluarga. and so on...

lalu mau kemana memang banyak yang bertanya, terlepas dari mereka sungguh penasaran atau tidak. tapi, seharusnya kita ga harus terganggu yah? karena setelah gerbang sarjana itu terlewat, kita ga akan berhenti dari kenyataan lingkaran pertanyaan:
abis ini mau kerja di mana? ketika udah dapet kerjaan: kapan nikah? ketika udah nikah: kapan punya anak? ketika udah punya anak: kapan nih dikasih adik baru? and so on...

ah, dasar dunia serba jahil.


ps: semoga saya punya jawaban "lalu mau kemana?" sesegera mungkin yaa..
doakan saja!

29.12.08

lulus!

maaf baru update, hihi.. maklum baru sembuh dan bisa bernafas kembali.
iya teman, sidang kemarin gw lulus! oh akhirnyaa.. sekarang tinggal deg-degan untuk menghadapi dunia nyataaa..

oh terima kasih semuanya, atas doa kalian, semangat kalian, dan bantuan2 yang diberikan.. skripsi itu meski individual tapi sebenernya kerja rame-rame! hehe, makasih banget yah! :)

buat kamu juga, iya kamu yg lagi baca, makasih yah! :)


-adinygsayangkalianselalualways-

2.12.08

Tarik nafas lalu buang pelan-pelan

well, finally i did it! haha. tapi jangan melonjak dulu, adin. karena perasaan saya tidak enak. karena perasaan saya tidak nyaman. karena hasil lisrel yang tidak konsisten sedang diuji oleh Pa Gagan dan kalau hasilnya di luar batas nalar gua, maka tamat. Pak, kalau hasilnya begini, sementara itu begitu, itu bakal diluar nalar saya pak. ya, ya, nanti saya lihat dulu. besok malam hubungi saya lagi. hahh.. baik.

so, kembali prepare for the worst. sementara itu, gua blocking. tidak mau memikirkan itu. dengan senang hati memikirkan KAUP, kembali ke STM. kembali merasa bersalah dan ga enak sama jejaka putra gundala pratama. hahh.. pelatihan gimana din? oho, pertanyaan bagus.

gw lieur. pusing. ga enak badan. ga enak hati. dan setelah gw mengumpulkan draft, alih-alih merasa lega, entah kenapa gw tambah deg-degan. bayangkan setengah kaki lu pengen kabur, tapi setengah kaki lagi harus tinggal karena beberapa alasan. rasanya seperti kembali SPMB. oh tidak, bahkan lebih parah. SPMB kan buat mencapai PT yang benar-benar lu inginkan. sementara, gw sekarang berada di posisi 'tidak tahu persis'. setengah ingin kabur. setengah harus melangkah.

uh, paling juga kamu ga ngerti. maka, kelas pelatihan kemarin mengajarkan gw untuk pernafasan perut (oho maaf, bukan tari perut seperti yg kamu harap). lalu tarik nafas dalam-dalam, laluu.. hupp.. buang.. tarik lagi.. lalu buang.. ada yang kesulitan?

sebenarnya, waktu itu, gw yang senyum-senyum waktu kelas pelatihan pengen mengacung kesulitan. ga bisa konsentrasi (dan cuma bisa terus-terusan nahan ketawa) berhubung yang dibayangkan adalah cara bernafas seperti itu dengan duduk di lantai dan berada di ruangan ber-ac adalah sangat rentan untuk buang angin... takutnya, keluar dari arah bawah. Oho.

maka hey kawan, mengapa disaat disuruh rileks saja, tetep aja yang terpikir adalah hal yang terburuk yang mungkin terjadi? hey, adin, kamu beneran miring ya?*



*miring, adalah kata2 lala (7th) yang seringkali diucapkan terhadap tantennya.

26.11.08

ini (agak) gila,

H-48 dan masih berkutat di bab 5, 6. hihi hoho huhuu..!
.
.
.
.
huh, i know i can. gw pasti bisa. ya kan, adin?

21.11.08

dari air tentang angin

Air sering ditemukan bermain-main.
entah pada embun,
entah pada pucuk daun,
Entah menari bersama hujan,
sambil menggerutu karena diusir awan.
Lepas dari semua,
Semesta tahu air pasti pulang.
Pada laut.
Tempat air bisa tersapu angin,
seutuhnya.
by: dien nurdini

update

hmm.. ternyata lisrel tidak sesulit itu, dan akhirnya gw bisa mengolah data dengan selamat, yang tentu saja hal ini menyenangkan karena bisa membuat gw belajar sesuatu yang baru ;)

hehe, kalimat di atas bakal gw katakan, tapi tentunya tidak sekarang, karena saya mengalami beberapa masalah dengan si lisrel itu. banyak kalangan civitas menentangkan pemakaian lisrel (info ini gw dapet dari chacha), sementara programnya sendiri tidak dapat run dengan baik. seringkali eror entah kenapa. jadi percobaan utak utik lisrel harus mengerahkan usaha yg berkali lipat (fyi, Mr. G. menolak untuk mententeer-yg gw percaya demi kebaikan).

kabar baiknya adalah, meski gw belum-belum juga mengolah data, dimana deadline tetap saja bertengger di tanggal yang sama, sekarang gw sudah mendapatkan kembali kuesioner2 yang berterbangan. hehe, makasih ya buat semua! :)

dan tentu saja, terlepas dari semua itu, semakin hari gw tersadarkan adanya sifat2 idealis (jika bukan perfeksionis) dalam diri gw. entah baik, entah tidak?

hehe, cheers!

17.11.08

" hai,

saya rasa kamu cukup paham, sehingga pertanyaan itu sebenarnya kamu tujukan pada diri sendiri. saya juga sama herannya sama kamu. sama ingin protesnya. tapi toh kamu bisa paham, sejak bisa melalui pengalaman yang sama. lalu kamu baru bisa bilang mengerti. pada akhirnya :)

perasaan ini menggantung, tapi taruhan, kamu suka perasaan yang terbang tanpa balasan tanpa alas, terbang bebas mencintai perasaan itu sendiri. tanpa batas apa-apa.

kita berada di lingkaran yang sama. dengan IV (independent variable) dan DV (dependent variable) yang berbeda. hanya posisi subjek dan objek yang berbeda. membentuk lingkaran.

karena, kamu tahu, (mungkin) yang membuat hidup menarik adalah tentang lingkaran itu sendiri. maka laluilah sampai saatnya. dan jika sudah saatnya, akhirilah. mungkin nanti akan ada payung pemberhentian yang bisa buat kamu betah, meski di luar ada hujan.

dan teman bermain, akan tetap menjadi teman bermain yang istimewa.

Mentok.

Kata mentok itu tidak cocok untuk kamu. Tapi bagi mereka yang pusing memikirkan segala cara untuk hidup lalu mereka menyerah dan meminta. Lalu di-reinforce (diberikan penguatan) oleh setiap kita yang mengira memberi itu selalu baik. Entah untuk kebaikan mereka, atau egoisme kita yang mendambakan rasa damai jika kita memberi. Rasa yang berasa membuat kita menjadi orang baik.

Seperti kamu tahu, banyak orang sukses berawal dari pedagang asongan, tukang parkir, salesman, tapi butuh literatur lebih banyak untuk menemukan orang besar yang berawal dari meminta, atau bersuara dendang lalu meminta. Kamu pernah menemukannya? Karena saya itu tidak. Atau sejarah terlalu pelit untuk mencatatnya. Maka mereka yang mendapatkan ikan setiap hari tanpa memiliki kail itulah yang mentok. Karena mereka tidak mencari. Tapi kamu tidak.

Kamu yang susah payah memilih bangkit berubah jangan lantas luluh lantak lagi karena kail itu tidak kamu temukan. Hambatan itu justru pertanda kamu dibikin sukses. Saya tidak bilang tuhan itu mahapelit, tapi dia jarang sekali memberi sesuatu yang gratisan. Kita membayar, dengan usaha, dengan peluh, dengan akal, dengan keyakinan, dengan doa. Tuhan tahu kita tidak sedang mengemis, maka ia menghargai kita.

Maka jangan sandingkan kata mentok itu dengan kamu. Karena saya tahu kamu tidak, wahai teman tumbuhku. :)

Pacal Ayam.



Sepiring pecel ayam tersaji. Mengingatkanku pada kamu. Salah, tentang kita.

Dimulai dengan bismilah, kita makan dengan nikmat dan lahap. Sayur kau minta, dengan senang hati kuberi. Sambalnya juga? Ya, ya, silahkan saya tak suka keduanya. Tiba-tiba kau beri itu kulit ayam, juga bagian-bagian lain yang paling enak. Wah, terima kasih. Itu yang paling saya suka. Ya, yang paling saya suka tentu kamu kebetulan tidak suka. Yang paling tidak saya suka, tentu kebetulan kamu suka. Berbeda, itu sudah pasti. Kita ada di dunia yang berbeda. Masing-masing seperti tidak bersentuhan. Terkadang kita frustasi dengan beda, tapi tidak begitu jika makan pecel ayam.

Seandainya perbedaan itu bisa dinikmati, ya.
...
Sesederhana itu saja.

11.11.08

maka jangan menangis lagi.

kemarin bertemu lagi dengan si teman main dalam rangka nitip kuesioner (adin & kuesioner memang sudah sepaket lengket saat ini). rasanya lama sekali, tapi sekaligus seperti baru kemarin. 'celana lo udah dicuci belum minggu ini' dia bertanya. hush, udah lah. kemaren sengaja dicuci sebelum ke bandung. dia juga ke bandung katanya. dalam rangka apa? autis?. iya, sendiri saja, jalan-jalan. obrolan berlanjut. dia membahas catatan pinggir. gw membahas mario teguh. catatan pinggir tempo. iya, kaya gimana?. itu loh, tulisan goenawan mohamad. yang seperti apa?. yang seperti ini:


"..tubuh kita bisa mengejutkan kita.

Kadang-kadang dengan keindahan.
Kadang-kadang dengan kepedihan.

Semuanya terbatas, tapi dengan itu kita
menggapai yang tak terhingga.

Semuanya fana, tapi tiap kali memberi arti
yang kekal.

Maka jangan menangis lagi.


Bagus. sahut saya. iya.
ah, saya browsing lebih lanjut.. siapa mas gun yang terkenal itu?


Goenawan Mohamad adalah seorang penulis besar yang berpengaruh, seorang jurnalis dan sastrawan. Ia mempelajari psikologi di Universitas Indonesia, mempelajari ilmu politik di Belgia dan menjadi Nieman Fellow di Harvard University, Amerika Serikat.

waw-waw-waw. ada dua kesamaan, pertama, gw dan dia mempelajari psikologi di UI. kedua, dia pimred tempo, gw pimred jejak, haha. kalopun ada yang ketiga, ehm, sama-sama s2 di eropa! haha, ngarepp.. lebih lanjut baca di sini aja deh.

yah, merasa lebih baik. perasaan yang lebih baik. mungkin cuma berlebihan, mungkin karena skripsi, mungkin karena pengaruh hormon, haha. humm... jangan terlalu berlebihan ah! serasa di telenovela sajahhh.. begitu banyak bantuan dari segala penjuru dan hubungan pertemanan yang membantu yang patut disyukuri. ya, ya, universitas indonesia ini sebagai miniatur dunia begitu indahnya.

maka jangan menangis lagi. :)

10.11.08

november rain

Seharusnya hujan-hujan gini gw lagi di sana dengan semangkok zupa-zupa hangat. tapi apalah daya kini ada di lt.2 C bersama PW dengan sekaleng Milo dan sebotol cocacola zero. berhadapan kembali dengan pa gagan, karena si chacha mengajak. hayulah, daripada hari ini berlalu sia-sia. orang-orang sudah siap olah data, gw semakin pusing. baca-baca lisrel, hebat juga program itu, lebih comprehensive daripada SPSS. pa gagan tampaknya sangat suka lisrel. bagus, pa. tapi saya tidak banyak mengerti. oh pa gagan yang baik bahkan bertanya bagaimana progress saya, mungkin karena hari ini saya diam saja, ya pa? tidak banyak berkomentar, karena tiba-tiba otak seperti dong kosong. nalar saya dimana entah kemana. tenang, pak. saya hanya butuh tidur cukup dan sebotol coca-cola zero. and i ll be allright.

ohoho.. tuhan berilah saya kehokian..! =)

dari sana lalu hujan.


Yes its true,
I love you so madly,that’s why
I hv been hurt so deeply..

As always.


='(

6.11.08

dan tentunya:

Sugi (artinya kaya) Harto (artinya harta), pernah bilang gini di Kick (artinya tendang) Andy (artinya Anda):
"Think for The Best, Prepare for The Worst"

Maka, mengacu pada pendapat di atas, hal itulah yg gw lakukan untuk saat ini. Karena guys, untuk angka 3,5 itu maka angka 24 yang harus saya bayar. Hey, 24 November 2008 sedang sekarang tanggal berapa???

Oke ini yang saya harus lakukan pada bulan ini:
- Mendapatkan 160 Responden, sementara kuesioner pulang baru 16
- Menyelesaikan Bab II, Bab III, Bab IV, Bab V, Cover, Daftar Isi, Lampiran dan kata pengantar
- Mempelajari LISREL untuk mengolah data Field, apa itu LISREL?? Tanya saja pada anak S2
- Mengirim laporan dan ucapan terima kasih pada Mr. Paco Linan
- Menerbitkan 1 edisi baru majalah Jejak yang terbit awal Desember
- Menyerahkan Draft LPJ Jejak pada tanggal 1 Desember, yang berarti harus mengkoord anak2 untuk mulai menyicil dari minggu ini
- KAUP yang menghabiskan energi Jiwa
- Melakukan tugas Konseling terhadap dewasa muda
- Mengkonstruk pelatihan yang juga ada ujian comprehensive-nya
- Menyusun masa depan

Jadi, apapun sekarang keadaannya saya hanya bisa prepare for the worst, dan berharap sedikit kehokian.

Dan tentunya juga: bantuan (entah doa entah apa) dari segala penjuru.

makasih dari saya lebih dulu.. =)

28.10.08

b.i.a.s.

saya tidak pasti.
saya tidak tahu pasti.
saya tidak yakin pasti.
saya mem-bias.


bismillah, beri saya kekuatann..

26.10.08

pas bgtt

benarkah itu, kalau besok harus bawa pensil 2b? kalo gitu pas banget, di depan gw, di meja warnet yang gw tempati, ada pensil 2b nganggur... boleh pinjem ya? buat besok?? boleh? hoho.. semoga uts nya tetep berkah walaupun pake pensil ngembat!!

gud lak, adin!!

20.10.08

rasionalisasi

waktu gw mengambil tawaran dari Caldera meski sebelumnya sempet menolaknya karena gw cukup sadar hari selasa-rabu-kamis ini gw kuliah dan minggu depan masuk uts, dan setoran skripsi mulai menagih, tapi gw sadar mumpung kaup sedang mereda sebentaar saja, dan saya ingin kabur dari skripsi serta kenyataan akan datangnya kita menuju dunia nyata. sebentarr saja, bolehkan saya kabur? sambil arung jeram gratis karena hampir seumur Jejak, saya tidak pernah ketemu sungai. boleh? ah, masa tidak boleh. adin, belajar itu kan tidak hanya di kelas kuliah saja. itu kata saya sambil menambahkan: ya, ya, pengalaman juga adalah guru. betul? ini kliennya bule semua katanya, belum pernah kan punya pengalaman baru ini, betul? ya, ya, betul saja. gw merasionalisasi diri sendiri.

79 anak sma bau kencur dari British International School, menjadi klien pertama karena ini pertama kalinya gw jadi fasilitator group, dan karena fasil group cuma 3 orang (gw, nisma-bio ui'99, mega-psiko ui'03), maka gw memiliki anak asuh pribadi sejumlah 24 orang.

inilah yang gw dapat ketika berkomunikasi inggris dengan mereka:
"mba, mba, pake bahasa Indonesia aja deh" ga ngerti karena mungkin inggris gw Ngaco.

oke. di kali yang lain (begitu mengetahui beberapa dari mereka bisa berbicara indonesia), gw pun menggunakan bahasa Indonesia, dan ini yang gw dapat:
"sorry, i dont speak bahasa" katanya Johny, boys leader gw tidak mengerti. uh, oke.

dan ini yang gw dapat ketika gw berusaha sekeras mungkin menjalin komunikasi dengan mereka:
"sorry, i dont get what you mean" katanya Alex.

secara kesimpulan, jelas gw harus Meningkatkan Kemampuan Bahasa Gw. tentu saja.


Tapi ketika kemudian gw berbicara dengan teman sesama fasil, ternyata mereka juga banyak yang kesulitan dengan gw. dari pembicaraan gw yang lompat2, atensi gw yang setengah2, sama artikulasi gw yang kurang jelas kaya kumur-kumur. padahal gw udah satu bahasa sama mereka, yaitu bahasa indonesia. dan kita juga satu bangsa, bangsa indonesia. serta satu tanah air, tanah air indonesia.

uh sediihh.. ada apa dengan saya dan komunikasi?



ps: setidaknya buat kamu yang punya masalah serupa, pesan gw cuma satu:
"kalo lagi ngomong, jangan lupa mangap!" ^^

9.10.08

Lost? = Legowo?

Kalau Letto pasti Wong Jowo, maka Coldplay pasti bukan Letto. Kalo Coldplay bukan Letto, maka Coldplay pasti bukan Wong Jowo. Tapi kalo Coldplay ternyata memang Wong Jowo, maka pasti judul lagu berikut bukan lagi Lost? Atau Lost!, melainkan dan merupakan berjudul Legowo.

Coba kita tilik sebagian liriknya:

Just because I'm losing
Doesn't mean I'm lost
Doesn't mean I'll stop
Doesn't mean I would cross
Just because I'm hurting
Doesn't mean I'm hurt
Doesn't mean I didn't get
What I deserved
No better and no worse

Masih ada lagi, menasehati jangan sombong (dan jangan terlalu Jumawa!), karena sombong itu menghancurkan, hoho:

You might be a big fish
In a little pond
Doesn't mean you've won
'Cause along may come
A bigger one

Ah Coldplay (meskipun bukan wong Jowo) emang oke punya! =)


*Dengerin musiknya di album Viva La Vida, cari lirik full-nya di sini.

cermin:

"Betapa sulitnya manusia bercermin, sampai-sampai psikolog pun dibayar mahal
untuk menjadi seorang reflektor."

–dien nurdini, catatan pinggir kuliah Pelatihan Empati

desti

Kembali ke kosan, baru ditinggal selama lebaran, gw mendapat teman-teman baru di kamar mandi. Oho ternyata gw mengindahkan perintah 3m: yang dulu diiklankan atun, yang singkatannya adalah:

a. mencuci-menguras-memasak
b. memasak-menjemur-menggilas
c. menguras-mengubur-menutup
d. menggila-mencaci-melacur (melakukan curhat)

tapi yang gw maksud disinih sungguh2 jawaban C: dimana 3m berarti menutup menguras mengubur. Oh noo.. bak mandi gw lupa dikuras!

Dan betul saja, jentik-jentik banyak di sana.

Sudah bersayap seperti peri terbang kesana kemari. Hap! Gw tangkap meski gw bukan cicak. Dapat 1. Oh noo... bulunya zebra hitam putih, benarlah dia seekor nyamuk bernama Aedes, dan bernama panjang Aedes Agypti (kalo kata Gilang nama panggilannya: desti – Aedes Agypti). Tak tahulah, mungkin itu memang panggilan akrabnya.

Begitulah, banyak sekali, teman! Digigit pula aku ini.. haduuh.. jangan sampe DNN (Dien Nurdini Nurdin) kena DBD (Demam Berdarah Demam).
Makanya, doakan saya ya!

Salam,
Adin si Pejuang!

3.10.08

dusun

Setelah semalaman guling sana-guling sini, resah gelisah gundah karena sulit bisa tidur menanti orang-orang yang sedang mudik, terutama yg mudiknya ke daerah sumedang sono tak ada sinyal 3 (sinyal SuMeDaNg = Suka MenDadak hilaNg). konon sumedang itu terletak di balik bukit, jadi sinyal terhambat. tapi si teguh yg simpati (dia pake simpati, dan sedang bersimpati) berpendapat itu karena kartu kita berdua pake provider 3. ah dasar dia bisanya menghina saja.

By the way akan tetapi, pagi itu gw terbangun dengan sms2 yg dinanti, ohoho:
04:26am
Ad, eror parah ni 3,
2 hari ga ada sinyal,
ga bisa telpun ga bisa sms,
salahkan operator,jgn
sy..kan operator blm
maaf2n sm pelanggannya.
kalo nyampe bales,skalian
ngetes jaringan

Gw masih tertidur,

07:16am
Tenang ad,aku udh
d bandung lg,lancar
sinyalnya

Hp lagi di silent,
7 miskol. ku tak sadar.


07:25am
Ad hpnya jgn d
simpen d kulkas
atuh,aku nelpon ga
diangkat2

07:34am
Asslm
menjelang datangnya hari
yang suci saya
bersama jajaran artis
ibukota mengucapkan
mhn maaf lahir &
bathin.

Salam syng buat
penggemar..
*gilang management
n family*

ahahay.. akhirnya gilangku benar2 kembali^^,

--

Gw ngenet di warnet deket rumah yang direkomendasikan dengan semangat oleh si abah. pantes aja, yang punya cewe arab, anggun, tinggi, cantik!!

--

Semoga sampai selamat buat yg mudikk!! (oleh2nya juga!)

kindly regards,
-adin si penanti pemudik

--

Oya, tim Arjer Putri Mapala UI berangkat ke Bandara malem ini, untuk mengikuti AUSTRALASIA CHAMPIONSHIP di Jepang.

Jadi setelah mereka ke Bandara, mereka lanjut pergi ke Jepang!! Wah Keren!

Gud Lak buat Barita, Anne (FilsafatUI), Nisa (SastraUI), Nia (PsyUI), Marcell, Rina, plus si kecil Diny (FisipUI).
Semoga sehat selalu dan selalu hoki!! doakan mereka yah teman2..!

Maaf ga bisa nganter, huhu. harusnya ada perwakilan dari majalah Jejak untuk ngeliput ke Jepang yah, huhu.

bangga sama kalian, by the way =)

salam,
-adin si anak arjer! (masih loh)

2.10.08

cerita lebaran

seseorang berinisial MT menggugah dengan kata2nya ketika gw menonton acara berinisial GW jam 7 malam di Metro TV setiap hari minggu. berikut pertanyaannya:

"apakah kita benar-benar telah melewati lebaran setiap tahunnya?
jika begitu kenapa masih ada yang mengungkit2 kesalahan 2 tahun lalu, 14 tahun lalu, atau kesalahan2 kemarin dulu?"

aih bener juga, kata gw. selama ini gw sering denger istilah forgiven but not forgotten. padahal justru dia berpesan: "forgiven is to forgotten", memaafkan berarti melupakan.

Gw pikir2 iya juga sih, seringkali tiap lebaran semangat minta maaf sana-sini tapi tetep aja salah orang yg dulu2 mah masih membekas. makanya gw membayangkan kalo aja hati manusia sesederhana laptop, pasti lebaran itu bukan hanya restart, tapi reinstall. jadi bersih, mulai dari awal. ngomong2 tentang reinstall, gw pengen reinstall vista nih, karena masih ga bisa rename folder itu si laptop.

---

lagi-lagi lebaran, gw ga mudik, sementara si mamah menyuruh mengundang teman2, "mumpung ada makanan", katanya. Uh, si kuphi ke padang, si ichi (udah di indo loh!) ke sukabumi-bandung dan sekitarnya, si gilang ke sumedang, si teguh ke jakarta. ada dandun yang pulang dari semarang, tapi dia bosan ketupat. ya sudah, lalu saya nonton tv bareng ponakan.

seneng banget sama iklan sampoerna, yang berisi cuplikan2 wudhu beserta maknanya. atau iklan pertamina yang: "mulai dari nol lagi ya?" hehe, pas banget. jadilah gw ngejailin si lala, terus kalo dia udah mulai marah langsung gw ajakin salaman: "la, minal aidin ya, kita mulai dari nol lagi ya?" hoho. terus menerus begitu.

---

gw ga bisa ngenet sembarangan, karena di rumah telkomnet tidak jalan, sementara speedy tidak punya. akhirnya gw bikin member lagi di vena (karna yg kemarin ilang beserta dompet+ktm gw), orang yg ngenet di vena adalah orang yang sabar (atau pelit?), karena dengan harga yg murah kita dihadapkan dengan komputer yg tidak layak pakayy. harus ikhlas, harus sabarr.

---

si opay lebaran ini tidak pulang. karena sibuk. heran sama orang yang punya banyak waktu tapi tetap merantau, tak paham apa mereka dirindukan. tapi klo si opay mah, paham lah gw. ko ass emang sibuk serupa grey anatomi. hoho.. minta dicarikan jodoh dia. ada yg mau?

--

gw abis baca blognya radit, dan baru tau kalo Fiza yang akhir2 ini sering dibahas sebagai pemerannya si kebo memiliki nama panjang: Herfiza Novianti, which is familiar dengan nama panjang temen sd gw (dan cune?).

gw pun mengklarifikasi lewat fb dengan judul message "Fiza = kebo".

fiza.. masih inget gw ga? lu teh maen film, kambing jantan,
jadi si kebo? betul? apa gw yang salah, hoho.. met lebaran
yah! -adin

Gw takut kalo salah ntar dikira memaki2 orang lagih, tapi ternyata fiza bales:

Met lebaran jg. Apa kabar? Masih inget banget. Hehe.. Kok
tau sih? Kata sapa?? Oia,fb lu udh ada d gw blm? Add yah :)

Uh ternyata bener, dunia yg sempit. hoho.. ternyata dia juga pernah main di kiamat sudah dekat, plus berteman dengan cinta laura di cinderella. ahahay, mana gw ngeh sama sinetron:p

sudahlah, terimakasih pada facebook yang telah mempererat silaturahim,

met lebaran semua! mulai dari nol lagi ya??! hehe,
hari esok (pasti) lebih baik, dan bangsa kita (pasti) lebih maju.. amin!

salam hangat,
-adin si anti mudik-

29.9.08

sangat-sangat-tired

sia-sia jadinya, buang waktu. patah hati.
capek!

padahal seisi dunia juga tau, saya paling siap bantu kamu.

25.9.08

Surat cinta

For My Mate,
Kamu yang tersayang, maaf ya.. akhir-akhir ini aku kok jahat sama kamu..
Seringkali kasar ke kamu.. ga bikin kamu tidur berhari-hari.. sampe kamu sekarang sering demam kepanasan..
Aku juga suka maksa kamu anterin kemanapun aku pergi,
Ke kampus, sekret, kosan, bahkan ikut berjejal-jejal setiap aku ada di kereta yang bau..

Sayang.. kamu yang kuat yah nemenin aku.. jangan sakit, dan jaga kesehatan..
Kamu harus dewasa, harus tahan banting.. apalagi kalo mau hidup bareng aku, heheh

Mari kita bersama-sama hadapi Kaup, Skripsi, tugas-tugas, majalah Jejak, dan lain-lain.
Kalo ada kamu, yang kaya gituan aja sih pasti bisa aku lewatin!! Haha
(karena sombong adalah awal dari kehancuran, maka maksud kesombongan gw di sini becanda kok^^ )

Ah pokonya makasih yah mate-ku sayangg.. ku sayang kamu selalu loh.


Salam sayang,
Adin si Penyayang Gadget

19.9.08

pns

Gw sedang bingung dengan masa depan ketika gw mengajukan permohonan S2 dan si mamah balik menawarkan hal ini: “ikutan daftar CPNS aja din’”

Serta merta gw menolak, “ah ngga, PNS itu cuma menghabiskan budget negara, masa iya ada pensiun seumur hidup”

Ibuku masih membujuk: “bagus kan daripada budgetnya diabisin sama orang lain mending sama kita, udah gitu kerjanya santai, terus adin bisa sambil sekolah lagi, masuk kerja juga siang..”

Kata-kata ‘masuk siang’ sebenernya agak bikin gw terbujuk, tapi sadar kemudian: “ah ngga ah, ga mau ah klo jadi PNS kecuali jadi Dosen..”

Seeengganya, pikir gw, mereka PNS di dunia pendidikan masih memberikan kontribusi yang sepadan untuk bisa menghabiskan budget negara.


Dan menurut gw,

"bangsa ini ga akan maju kalo sebagian besar lulusan terdidiknya masih menjadikan PNS sebagai impian karir mereka.."


Yah tapi ini pemikiran sempit gw aja loh, mohon maaf kalo ada yang tersinggung yah, hehe^^

ingin

hari ini dapet fw email dari sulung di milis mapala.
lantas gw buka http://www.fmi.or.id/

- 14-28 Oktober 2008
- beranggotakan 3 orang (putra, putri atau campuran)
- kawasan Gunung Tambora (yang berketinggian 2.850 mdpl) dan Gunung Rinjani (yang berketinggian 3.726 mdpl), di provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB)
- GRATIS
- Mendapat asuransi, transportasi dan konsumsi yang ditanggung panitia selama berada di Nusa Tenggara Barat

oh sunguh-sungguh-sungguh menarikkk.....

ps: ayo mulai nyicil bab II . .

17.9.08

pengelana waktu

sadar perasaan itu pengelana waktu, lantas kamu depresi.
merasa percuma tentang semua yang kamu capai,
jarak waktu yang susah payah kamu jejali dengan hal baru.

yang kamu dapati hanya:
masa lalu yang tidak terbunuh.

lalu kamu ingat, kenangan yang sama.
lalu kamu benci, kebencian yang sama.
lalu kamu luka, masih luka yang sama.

lalu kamu cerita pada dia yang kamu anggap mengerti.
tapi mendapatinya tidak sepenuhnya mengerti.

kamu paham, kamu ada bersama dirimu.

betapa inginnya kamu melangkah,
dan seakan rela menukar apa saja,
pembersih masa di hari lalu.

hari ini pun, kamu menemui saya.
menyampaikan gugatan-gugatan kamu.
marah ketika saya masih saja buat kamu tidak lupa.
marah ketika saya masih saja tidak mampu.

marah hingga kamu lalu menangis sejadi-jadinya.


ah, sungguh saya selalu mendoakan yang terbaik buat kamu.

8.9.08

Dream it’ Fight it *

Ini rahasia. Sewaktu manusia hendak diturunkan ke bumi, Tuhan sudah menentukan kapan mereka lahir, mati, jodoh, dsb. yang mana lebih dikenal sebagai takdir. Tapi beberapa detik sebelum manusia turun ke bumi, tepatnya o,o7 sekon ukuran waktu manusia, Tuhan menahan lengan manusia. Tuhan berbisik:

“ada satu hal yang belum saya sampaikan,”
“apa itu ya Tuhan?” sahut si manusia.

“selain hal-hal yang sudah ditentukan, saya hendak memberi kamu suatu kewenangan, apa itu?”

“kewenangan menguasai dunia?” manusia menebak.
“bukan.”

“kewenangan hidup sesuka hati?” tebaknya lagi.
“bukan.”

“kewenangan menikmati bumi?” lagi-lagi manusia menebak.
“bukan.”

“lantas apa, Tuhanku?”
“saya beri kamu wahai manusia, kewenangan untuk bermimpi.

Manusia kecewa. Mimpi adalah Mimpi, bukan Kenyataan.

“saya beri kamu kewenangan untuk bermimpi yang suatu masa kamu hidup kamu bisa mewujudkan mimpi itu.”

Manusia sedikit cerah. Baginya ada harapan.

“bermimpi, apa pun, Tuhanku?”
“apa saja.” dijawab mantap.

“mewujudkan apa pun, Tuhanku?”
“apa saja.” kembali dijawab mantap.

Manusia melayang senang.

kamu punya mimpi. mimpi itu kamu tanam di hati. pikiran kamu bekerja mengikuti hati. semesta akan bergerak sepakat mendukung pikiran-pikiran kamu..”

“lalu semua mimpi bisa tercapai, Tuhanku?” manusia memastikan lagi.
“ya, tapi ada syaratnya.”

“apa itu, Tuhanku?”

“satu kata: Percaya.

By: dien nurdini
*Judul diambil dari Signature Book Andrea Hirata.

5.9.08

welcome to ramadhan

sungguh.
sungguh-sungguh gw kangen Punix11, kangen ngekos bareng si kuphi, cerita2, buka di burger bakar, cari saur entah kemana, dibangunin anggie yang sedang tanpa rachel(karena rachel ga pernah saur, dia percaya minum gelas berliter2 bisa membuat dia selangkah lebih dekat dengan putri duyung), tarawehan di MUI atau jadi imam gantian (emang boleh ya, phy? haha), bikin tugas-tugas, dan menjadikan kosan kita loker buku umat manusia.

karena setelah sadar, pulang pergi itu capee..
menunggu kereta tanpa ngelakuin apa-apa itu capee..
oh tuhan saya harus ngekos segera.

3.9.08

naracap

Adin cantik, kamu udah makan belum?
Kalo aku sih belum...

From:
gi
Date:
02.09.2008
18:27

Siapa ini?
To:
gi
Date:
02.09.2008
18:28

Gilang satria prayoga, rekan kamu yang di ITB
From:
gi
Date:
02.09.2008
18:29

Kamu lagi dimana, han?
(han=handsome)

To:
gi
Date:
02.09.2008
18:34

Ad, aku baru beres taraweh, sekarang mau pulang ke rumah, pret
(pret=pretty)
From:
gi
Date:
02.09.2008
20:17

Dan gw pun berkedip. Sadar kenapa kami tidak pernah bisa romantis.

friend of thought

I found him in you.
with ur gentleness,
with ur idealism,
with ur dreams,
that u share with me.

Or maybe we have same thing.
same thought.
same understanding.
same like or dislike.

But we know we are not going to be together.

just friend of thought.

(and i pray for your best!)

21.8.08

point of view.

saya bersahabat baik dengan gunung hutan sungai danau laut pantai matahari bulan bintang senja hujan fajar embun dingin rumput dan padang edelweis, tenda sleeping bag carrier nesting kompor muvoputih dan senter, hal-hal baru, tempat baru, dan pertemanan baru.

saya berteman hidup dengan sang mahalangit,
dibuat sayang cinta kesal rindu sakit hati belajar,
berdiskusi menerima bersyukur berharap kecewa percaya.

elemen sahabat baik dan teman hidup,
yang buat saya berangan jika satu dan dua bisa jadi satu.
yang bisa-bisa saya bahagia tak terhingga dibuatnya.

18.8.08

Mahameru080808

Pic 1. Tenda di Ranu Kumbolo

Haha benar-benar menyenangkan naik gunung setelah vakum selama lebih dari 7 bulan, bareng anak smansa lagi naeknya. Dari kosan Jenal kita berangkat berenam: gw, teguh, pandu (ketua Bem Fisip UI ceunah), nawi (akun UI yang lagi ngejar lulus 3,5 taun), devita (manajemen UI, 2006), dan asiah (temennya devita yang lahir di Berlin, anak mene UI juga). Kita berangkat pake mobil si Teguh (dia nyetir nonstop sampe Malang!) yang Jeep ijo itu loh, dimana di dashboard-nya bisa kita liat boneka putih sekiguchi duduk di sana. Gw jadi inget pertama kali naik mobil ini waktu sehari sebelum smansa day kelas 1-4 kita belanja ke Jakarta.

Senengnya jalan sama anak smansa, kita bisa tengah jalan nostalgia cerita-cerita sma. Karena mereka kebanyakan anak SS (yang bukan cuma gw ma asiah doang), cerita pulalah mereka kenang-kenangan pas PD, terutama cerita ‘nama bagus’ mereka. Cuma gw ga akan cerita banyak, karena gw juga ga inget lagi cerita mereka, kecuali nama angkatan ‘Pasir Harendong’ yang dipilih untuk menghindari nama ‘Bukit Harendong’ yang kalau disingkat jadi rada ga enak.

Di Solo kita bertemu Ocha (UNS), tapi dia melanjut pake bis ke malang. Di malang kita bertemu Nazar / Udin (IPB) sama Wahyu (IPB) yang lagi KP di Malang. Dari situ kita naik lewat Tumpang. Dan mobil dititipin di tempat kenalan yang biasa menyewakan Jeep ke atas (Ranu Pani). Kita yang sekarang bersembilan udah di atas Jeep seharga Rp. 400.000 sekali jalan. Oia sebelumnya kita perlu ngurus perijinan dulu. Maka majulah si Jenal raja birokrasi untuk mengurus hal tersebut. Biayanya 22.500, tapi kalo pake fotokopi KTM akan lebih murah hingga 50%-nya. Sial kita ga tau.

Btw, kesan gw agak berbeda ngeliat Jenal sekarang. Cara bicaranya udah lebih dewasa dan lebih lembut loh sekarang, haha! Ala ketua BEM emang. Gw pikir cita-citanya jadi presiden, yah minimal camat. Tapi ternyata pas gw tanya, dia jawabnya: “menlu”. Wah, insyaallah suatu hari nanti kata gw mah. Sementara si nawi punya target untuk lulus 3,5 taun semester ini. Si Teguh lebih santai untuk target lulus, tapi dia punya mimpi untuk menangin tim Robotnya. Wah, semoga deh, semoga. Amiiin..

Pic 2. Menuju Ranu Pane

Pic 3. di Ranu Pane

Sampe Ranu Pani (banyak juga orang bilang ‘Ranu Pane’), kita makan baso semeru yang bentuknya aneh hingga agak kurang layak disebut baso. Lebih aneh lagi harga per mangkok dipukul rata (mau setengah, mau basonya aja, mau baso yang guwede, baso yang kecil, mau kuahnya aja) harganya Rp. 7000. Maka devita pun bertindak sebagai bendahara mulai mengatur-ngatur. Perjalanan pun dilanjutkan.

Belum apa-apa gw udah tepar kelaperan, haha. Emang nih perjalanan kali ini gw yang paling banyak teparnya (yang lain hampir ga ada yang tepar kali ya, sepengamatan gw, kalaupun ada teparnya tahap wajar). Nah sampailah kita di ranu kumbolo. Memasang tenda tepat di depan lokasi matahari akan terbit. Paginya emang keren banget dan gw pun jatuh cinta sama tempat itu. Jadi inget Ngebel. Oya kalo ada yang penasaran ada ikan ga di danau ini, ternyata ada. Tapi kayanya ga begitu banyak. Ikan yang ada itu mujaer sama .. gw lupa, hehe. Ada juga yang mancing pake benang pancing gulung gitu. Padahal aernya dingin banget sampe berasep!

Setelah itu kita naik tanjakan cinta (konon ga boleh nengok ke belakang!), tapi pas liat ke belakang view ranu kumbolo justru terlihat jelas dan indah banget dari tanjakan cinta. Udah itu kita ngeliat padang oro-oro umbo yang udah terbakar. Keriing banget. Gersang banget ini gunung. Secara umum gw ga suka sama si semeru ini.

Di tengah peristirahatan gw ngelamun terus nyeletuk:
“kalo semeru itu kaya cowonya yah. Kalo rinjani kan kaya cewenya. Semeru itu gersang, kasar, panas.. “ gw mulai ngelantur, kirain ga akan ada yang ngerti.

Eh, tapi dasar smansa, si jenal nyahut juga:
“iya sih emang.. Rinjani itu anggun.. kaya dewi rinjani.. Semeru kaya cowonya.. iya siah bener”

Dan bener, meskipun belum pernah ke Rinjani, sepertinya karakter dua gunung itu emang sama. Sama-sama ada danaunya yang bikin betah. Sama-sama jalan ke puncaknya bikin males. Tapi mereka yang udah ke Rinjani (Nawi, Jenal) katanya sih masih mau banget main ke rinjani lagi.

Sementara gw bertanya-tanya dalam hati, kok pada mau sih naek ke Semeru, apalagi yang udah pernah macam si Jenal ma Teguh.

Kita pun istirahat di Kalimati (ngambil air, ada sumber air loh di kalimati), terus lanjut untuk ngecamp di Kelik. Di perjalanan menuju Kelik yang penuh debu gw tepar lagi meskipun udah dipinjemin kacamata full-energy sama si Teguh. Haha, maaf ya...

Di Kelik udara ga sedingin di Ranu Kumbolo, kita pun tidur untuk berangkat menuju puncak esok dini harinya. Jam 2 lebih nyaris setengah 3 dini hari kita mulai berangkat menuju puncak. Inilah jalan menuju puncak yang kenyataannya emang ‘naek 3 langkah turun 2 langkah’ plus berdebu plus dingiin dengan angin semilir. Katanya normal mencapai puncak itu 4-5 jam. Tapi waktu itu si Jakaw cs 2,5 – 3 jam udah nyampe.

Nah kalo kita.. yang lain sih normal, kecuali devita mungkin yang agak terhambat (jalan sendiri sampe ditanyain kelompok pendaki lain, haha). Yang lebih parah sih gw, haha. Jalan udah setengah tidur, pokonya parah banget deh. Separah-parahnya parah. Kalo ga ada si teguh mungkin gw ga nyampe puncak dan lebih milih tiduran di balik batu (bener-bener memilih mendekati ajal, haha). Tapi akhirnya dengan sepotong bengbeng gw pun melanjutkan agar bisa tiba di atas sebelum jam 9. Itu pun karena si teguh nyeletuk “dulu, Riani Djiangkaru jam setengah sembilan juga baru nyampe puncak tuh”, entah maksudnya apa, tapi gw termotivasi juga entah kenapa.

Gw pun tiba setelah 6 jam, haha. Bayangkan 6 jam, Bogor-Pekalongan kali 6 jam, haha! Haduuh... masih untung sih nyampe (makasih ya guh! x) ). Sampe atas, anak-anak udah pada nongkrong kehabisan gaya. Duh, maaf ya teman-teman!


Pic 4. Setelah bersi'teguh' akhirnya nyampe jugaa^^


Karena wedhus gembel udah ke arah kami, kurang dari 10 menit gw udah turun lagi. Foto-foto cuma bentar, dan udah ga napsuin lagi, haha. Ya sudahlah. Hari itu tepat tanggal 08-08-2008 gw dan teman-teman berada di puncak tertinggi di pulau Jawa. Dan hari itu gw dan Teguh jadi orang yang terakhir turun dari puncak, haha.. fiuhhhhhh.... berdosa gw sama si teguh.

Sesampai di Kelik kita istirahat, lalu siang harinya kita turun kembali ke Ranu Kumbolo. Rencana awal adalah mau terus langsung ke ranu pani karena mengejar waktu untuk naik truk sayur, tapi di ranu kumbolo terjadi perubahan rencana. Sebagian pengen dengan rencana awal. Sebagian pengen menikmati lagi ranu kumbolo dengan nginep sehari lagi. Gw, yang senternya ilang di jalur menuju puncak plus yang sedang kelaperan dan sudah berjanji tidak akan tepar lagi, tentu saja setuju untuk menginap. “ntar gw mintain gas sama makanan lain deh” gw mengajukan penawaran. Karena hari sudah gelap juga, kita akhirnya sepakat untuk nginep lagi.

Begitu deh, untung endingnya enak. Santai di ranu kumbolo, foto-foto paginya, sempet-sempetin ngelamun di pinggir danau, makan yang bener (satu piring untuk satu orang), kita pun dengan segar kembali ke ranu pani.

Dan tau ga, di tengah jalan kita ketemu para mountain-biker yang pake sepeda menuju ranu kumbolo! Lebih hebatnya lagi salah satu dari mereka lagi ada yang jatuh ke jurang. Langsung lah kita sebagai tim yang bawa webing (pas banget lagi ada di Nazar yang paling depan) menolong mereka. Orangnya selamat karena sadel sepeda nyangkut di pohon-pohon. Padahal kalau liat sendiri jurangnya tinggiiii banget! Seru dan ajaib emang.

Oya, lain kali kalo pulang pake jalur yang lewat ranu gigolo (apa teh yang bener namanya?) aja. Terus kelompok rombongan lain bahkan ada yang mau lanjut ke Bromo lewat ranu pani. Waktu itu kita emang bareng 70 orang peserta pendakian massal ke semeru yang dikoordinir oleh arcapala.


Pic 5. Ini dia Team Semeru!


Pulangnya pun ada beberapa kejadian seru, seperti ketemu Ridwan (Manajemen Unibraw) yang kayanya seneng tak hingga ketemu muka-muka smansa (maklum kadang orang yang kuliah di malang bisa cuma pulang setaun sekali kaya si opay). Terus dengan dibimbing dia (ridwan naek motor, kita naek mobil di belakangnya) kita beli oleh-oleh khas malang di daerah batu. Gw sih ga beli apa-apa. Trus kita makan sate KUDA sambil pengen reunian ceunah. Alamak, sate kuda pun ternyata lama banget nunggunya hampir 2 jam semua baru beres makan (padahal udah pada kelaperan plus kedinginan, haha). Mungkin kudanya kuda yang sangat liar sehingga sulit ditangkepnya. Ga papalah kita sambil dengerin cerita Ridwan yang menggebu-gebu tentang kehidupan dia di Malang.

Lanjut ke Solo (si ocha yang nyetir loh sampe solo lewat jalur daerah Batu yang rada ekstrim dan rada gabrug-gabrugan, hehe) santai dulu dikosan Ocha selama 2 jam. Terus kita ke Semarang untuk makan di simpang lima. Mampirlah ke Gudeg Komplit Bu Harto yang letaknya di warung tenda simpang lima. Gw karena rada ga feeling memilih bubur ayam sebelahnya. Bener aja, layaknya para pendatang yang tertipu kita dikenakan harga Rp. 23 ribu untuk nasi gudeg aja, belum ditambah lauk-pauknya. Parah!

Kita yang sakit hati dengan kuliner akhirnya makan siang di KFC, haha.. puas, puas deh dengan harga jelas. Maaf rakyat kecil, kita menyerah pada kapitalisme demi menghindari penipuan.

Terus kita lanjut ke Pekalongan atas idenya si Jenal untuk belanja Batik. Cowo-cowo entah kenapa pada semangat belanja batik. Jenal, Nawi, Teguh pun pada beli sepasang. Gw yang sempet dititipi pesen untuk bawa oleh-oleh kebingungan juga nyari batik, sampe.. nyasar! Waduh gw puyeng ngeliat batik-batik dan lama banget ga bisa keluar dari kotak-kotak toko itu.

Ga berapa lama si teguh menemukan gw, dan gw pun selamat. Ternyata anak-anak udah sedari dulu mencari gw sampe bikin pengumuman halo-halo tiga kali: “kepada saudara adin dari bogor ditunggu temannya di tempat parkir!!”. Waduh nama gw jadi terkenal seantero Pekalongan.

Lalu kita pulanglah ke Depok, terus ke Bogor, tepat beberapa menit sebelum Siak NG dibuka. Ternyata Psikologi mengundur siak sampe besok jam 3 sore. Sukur deh. Oya, pulangnya si teguh ga jadi nginep di Bogor dan kembali ke Depok sendirian. Nyaris aja kecelakaan tu orang karena ketiduran di tol, untungnya ga papa.

------
Haha, naek gunung kali ini sangat menyenangkan buat gw, beneran liburan. Naek gunung itu sendiri aja udah nyenengin. Bareng anak-anak smansa bikin efek senang itu berkali-kali lipat. Heuheu.

Humm, meski begitu, ini adalah perjalanan terpayah gw naek gunung. Mungkin karena medan Semeru yang lain dari yang lain (gw ga bisa nafas kalo medan itu berdebu, berasap, dan gw ga kuat panas). Tapi di sisi lain, gw juga kurang persiapan. Terutama dari kebiasaan makan yang beda banget kalo di Mapala. Di mapala itu biasa foya-foya di gunung, sementara kalo kali ini seringnya makan mie yang bareng-bareng satu nesting. Makanya gw sering banget lemes kelaperan, dan cuma bengbeng yang bisa jadi andelan, hehe. Trus, persiapan dari segi kamera juga kurang. Kamera yang gw bawa rada chimrin sih, jadi ga napsu foto-fotonya! =(

Ada satu yang gw salut dari smansa, yaitu kebiasaan solatnya. Bareng si Jenal malah lebih oke lagi. Dia selalu mengupayakan solat berjamaah di gunung. Sampe kebanyakan kelompok pendaki lain ngeliatin, hehe.

Btw, mungkin ini terakhir kali ya gw naek gunung bareng si teguh. Soalnya dari tiga kali naek gunung bareng dia, cuma yang pertama doang yang beres. Selebihnya dia jadi direpotin mulu! Haha..

Tapi kita sempet berbincang gini:
“sayang banget ya din, kalo orang ga pernah naek gunung.. seengganya sekaliii aja dalam hidup dia” kata si Teguh.
“iya.. sekalii aja.. seengganya, Gede aja, dulu..” setuju gw.
“iya bener, Gede aja dulu..” dia sepakat.

Haha, gw sempet denger minat orang-orang untuk naik gunung. Semoga mereka ga menjadikan hal tersebut sekedar wacana. Seengganya, sekaliiiiii aja selama lu hidup!! x)

-------------------
* thanks buat teguh, devita, asiah, jenal, nawi, ocha!, nazar, ma wahyu.. berkesan banget deh kalian! haha. sori menyori udah banyak ngerepotin =D

kenapa Semeru?

Liburan ini tadinya gw jadwalkan untuk ke lombok, dan bertemu dengan Rinjani. Perlu diketahui, Rinjani adalah gunung yang paling bikin penasaran pengen gw daki sedari dulu bahkan sebelum gw masuk mapala.

Mungkin karena gw pernah ke lombok dan jatuh cinta sama tempat itu. Mungkin karena kebanyakan orang lebih suka bikin target ke semeru yang banyak debu. Mungkin karena sedari dulu sepupu gw pernah cerita tentang Rinjani, dan gw (yg waktu itu belum pernah naek gunung) merasa ga mungkin gw berani ke sana sekaligus alam bawah sadar gw mencatat hal-hal yang gw pikir ga mungkin untuk gw bikin mungkin suatu hari. Mungkin begitu. Mungkin juga tidak.

Pastinya Rinjani memanggil. Saya menyahut. Liburan ini bisa jadi liburan terakhir setelah kemudian bisa jadi kita berjalan di dunia. Skripsi-lulus-kerja-nikah-mati. Ya, takutnya begitu. Meski seharusnya kita berusaha tidak. Masih bisa menggantung idealisme itu di depan mata dan pikiran. Masih bisa bersyukur dan mengucap Alhamdulillah... heuheu,

Setelah gw habis masa magangnya (entah kenapa meskipun setengah sedih, gw seneng bangett), akhirnya gw menunggu. Gw ikut ke Semeru, bukan Rinjani. Menghabiskan 5 hari di liburan ini. Meskipun si teguh ternyata mau ke lombok juga nantinya setelah dari Semeru, huh bikin mupeng.

Tapi apa jadinya kalo gw ijin ke gunung terus. Si Jejak bisa terlantar. Mba iwus bisa mengundurkan diri jadi pembimbing skripsi gw. Haduuh.. biarin deh, menunggu lagi. Selain itu gw pengen menghabiskan waktu di Rinjani / lombok dengan 'seseorang' . . . humm.. mungkin ga ya tapinya?? Haha.

Frott dan tumang-nya.

Setelah bercerai dari Punix11 yang semakin kurindukan ketika harus pulang malam-malam mengurus sang Jejaka Gundala Putera Mapala, maka gw tidak punya tempat bernaung selain rumah kesayangan di kota Bogor. Oleh karena itu, di suatu malam yang cerah ini, gw tetep harus pulang ke Bogor.

Dan seperti cerita-cerita seru lainnya, selalu dimulai dari kereta. Inilah kereta ekonomi, sodara. Yang kebersesakannya bakal dirindukan kita (sang penghuni kereta jaman kuliah) 5-10 tahun lagi, ketika kereta udah jadi sekelas AC-ekonomi semua. Gw membayangkan hotspot-an dengan aman dan nyaman dengan semi-laptop mini (yang saat itu sudah dipunyai semua orang seperti mereka sekarang memiliki HP) di kereta masa depan tersebut.

Tapi keadaan sekarang masih jauh. ini gelap, hiruk, pikuk, dan bau. bau orang pulang kerja. bau mahasiswa kemalaman. bau copet. bau pedagang. bau pemuda-pemuda gak karuan. bau para pelaku (baca: penderita) frotteurism*.

Begini kira-kira taktik mereka:
1. Berdiri di saluran pintu kereta, bersebelahan dengan copet, dan senantiasa membantu mendorong-dorong penumpang ketika pertama kali masuk.
2. Menjelma sebagai 'orang baik' yang mempersilakan para wanita (dan selalu seringkali wanita) agar lebih dekat ke 'pengantrian' tempat duduk, dan mereka rela berdiri di belakang kita.

Insting kereta gw pastinya sudah terasah, karena ketika ada seorang pria menjelma menjadi yg nomer 2 di atas, dari matanya aja gw udah bisa nebak udang yang dia punya.

bener aja. dia mulai mendempet, dan gw kudu berusaha keras melawan menjaga bagian belakang dengan siku yang diperkuat. sukur dia kalah kuat (karena yg gw lawan adalah perutnya), dan si tumang**-nya ga berhasil mengenai gw. gw pun dapat duduk.

Si Frott (para pelaku frotteurism) masih berdiri di depan gw, sementara gw duduk menghadap dia. Adapun kemudian mba2 berjilbab ia persilakan untuk mendapat giliran di depannya. si mba ini lebih kecil dan lebih pasrah walau ga nyaman. si Frott makin beraksi. gw pun memberi ruang sedikit agar si mba ini bisa lebih maju dari posisi dia berdiri. mba itu meringsek maju. si frott ikutan maju.

gw kesel. gw tendang kaki si Frott dari tempat gw duduk."mas! ga usah maju-maju dong mas!"
dia ngeliat bentar, terus pura-pura tuli. si Ibu sebelah gw bergeser dan si mba bisa nyempil duduk. menunduk.

gw ingin memaki ''dasar, Frotteurism!!'' tapi gw takut dia ga ngerti."dasar! beraninya sama cewek aja!" teriak gw asal, belum mikir kalo sasaran frotteurism emang enaknya cewe. si Frott masih sok acuh.

trus gw pelototin si Tumang yang berdiri kaya tenda kecil di balik celana olahraga kuningnya itu (taruhan dia pasti ga pake kolor) sampe melayu lagi dia. akhirnya Frott dan Tumang-nya pun turun di Bojong (seperti kebanyakan pelaku kejahatan kereta lainnya).

gw sebel dengan si Frott tersebut tapi sekaligus gw kasihan. sama halnya kalo gw ngeliat banyak banget pemuda kereta gak karuan yang telinganya ditindik, ditempeli anting-anting berat hingga dower. atau laki-laki ga karuan di sepanjang malam minggu yang pasti kerjanya nongkrong godain cewe dan band favoritnya sebangsa ariel peterpan. kasian karena mereka juga mungkin maunya jadi laki-laki normal mapan. dan belum tentu mereka punya pilihan apalagi kesempatan.

tapi gw juga sedih dengan respon si mba yang diem aja digituin. bahkan waktu gw marah2in orangnya pun dia bukannya mendukung tapi masih diem aja gitu. mewajarkan yang kurang ajar.

"mba, tadi digesek2 kan?" gw memastikan setelah orangnya pergi."iya, tadi juga ada yg kaya gitu di deket pintu kereta" katanya pelan."kalo ada yang kaya gitu, marahin aja, mba!" gw masih panas."iya.... abis suka ga enak.. takut cuma perasaan doang.. kadang ada juga yang suka ga ngaku trus marahin balik.. biarin lah, menghindar aja.." katanya.

dan gw pun menghela napas.

-------
*Frotteurism is a disorder in which a person derives sexual pleasure or gratification from rubbing, especially the genitals, against another person, usually in a crowd (encyclopedia of Mental Disorder).

**Tumang adalah nama panggilan untuk alat kelamin laki-laki yang dimiliki oleh Yuda, tokoh dalam novel Bilangan Fu - Ayu Utami.

16.7.08

H-10

Waktu magang tinggal 10 hari lagi, ga sabar pengen liburan. Kangen sama gunung, pantai, sungai, heu3. kangen ngurusin majalah secara intens lagi! wae ah, haha.. dan satu lagi: kangen sibuk ngurusin skripsi.

Skripsi pa kabar, bu? haduuh, pengen menolak kenyataan kalau gw udah di penghujung taun di siko. rasanya pengen cepet2 keluar, tapi apa yang dicari setelah keluar? binun... binun...

Semoga hoki deh buat si Adin dan bangsanya. Amin.

3.7.08

hohoho..

setelah dinanti-nanti, nilai kualitatif yang tadinya I alias Incomplete akhirnya muncul juga. alhamdulillah si kuali ini yang saya tempuh dengan menjajaki penjara pria anak tangerang berkali-kali itu hasilnya lumayan bikin puas. bikin puas dalam artian nilainya ga begitu mengecewakan mengingat nilai UTS nya menembus angka 60-an.....

wah hebat deh si kuali ini menyelamatkan IPK saya tidak jadi terjun bebas, meski IP turun tapi IPK stabilll.

1.7.08

uh oh!!

Orang-orang udah pada sibuk bersiap-siap skripsi, gw masih sibuk menentukan lulus sekarang atau satu taun lagi?
agak-agaknya banyak yang ga sadar jadi mahasiswa itu enak! dibanding udah kerja (apalagi kerja sama orang), atau dibanding nikah dan punya anak (beuh.. ini lagih)
ga usah mikirin ini itu, boleh beridealisme tanpa bersinggungan dengan kemapanan, dengan senang hati berteman tanpa harus menikam.....

uh oh, dunia apa yang sedang menanti di luar sana??

*ketika gw kuliah pertama kali, gw kira ini bisa dibilang 'dunia' dibanding SMA dulu, tapi ketika gw magang gw mulai sadar ternyata masih ada dunia yang lebih mendunia dibanding 'dunia' kuliah..

uh oh ... liburan yu!

25.6.08

kemanakah?

"curi..
curi-curi pandang..
curi ke kanan ..
kucuri ke kiri ....
curi..!"

lagi curi-curi pandang tentang masa depan nih!
kemana ya......

14.6.08

Kotex Be You?

I. Pendahuluan
I.A. Latar Belakang
Jadi begini ceritanya, pada suatu hari di Gogirl! (punya ophy lah, masa punya gw), terdapat iklan sang cewe kotex. Gw yang waktu itu libido melamarnya cukup tinggi (lagi cari cara mengisi liburan karena ga mau sp) langsung minta halaman tersebut. Nah, tapi berhubung ga tau harus kirim kemana, akhirnya iseng-isenglah berkunjung di situs ini. Ternyata di situ bisa langsung daftar! Karena buru-buru (maklum masih pake telkomnet instan), akhirnya diisi nya pun setengah asal setengah beneur. Ya sudahlah.

I.B.Panggilan
Pada suatu hari yang lain, ditengah hari-hari pertama magang, terdapat seseorang bernama Agus menelpon ke rumah. Hoki banget dia, kebetulan saya lagi di rumah. Singkatnya, disuruhlah gw ke hotel grand kemang Jakarta. Gw sih iya-iya aja, meski ga tau dimanakah tempatnya? Biasanya sih di detik-detik terakhir suka ada yang ngasih petunjuk. Betul aja, fathia (yang ternyata ikutan juga) memberi petunjuk dua buah angka (bukan, bukan nomer togel) yaitu 6 dan 3. Oh gw kudu naik 63, ya sudahlah.

II. Hari-H
Hari-H gw berangkat sendiri. Tadinya disuruh dateng jam 9 tapi gw minta dateng untuk jam 10, nah ternyata harus nyetak foto dulu dan itu makan waktu juga. Alhasil jam 11 gw baru naek 63. Ternyata oh ternyata, kemang itu agak jauh! (padahal gw lumayan sering lintas jakarta selatan untuk Jejak, tp ga inget-inget). Dan lebih ternyata lagi, sampailah gw dan bis itu di terminal terakhir. Gw yg sudah sangat telat, bertanya pada kernet-yang-sudah-diamanahkan-untuk-menurunkan-gw-di-kemang-ke-arah-hotel-grand-tersebut.

“mas, mana hotelnya?”
“waduh, iya sori mba, lupa sayah! Tadi kebablasan!”

Baguus... hmh, kudu sabar kalo mau hidup di Jakarta. Okelah, akhirnya gw ikut bis itu puter balik dan akhirnya gw berhasil turun di Kemang yang semestinya, berjalan sedikit, lalu sampailah dengan wajah kumal abis berdiri sepanjang bis di tengah terik Jakarta yang panas.

Ketika gw masuk, yang gw temukan adalah .... cewe-cewe cuantik sodara-sodara! Hihi.. alasan gw dateng adalah gw penasaran aja, pengen tau audisi itu kaya gimana. Ternyata oh seperti ini.. langsung diminta di foto oleh orang yang ga pengertian (iyalah, baru berjibaku dengan Jakarta kok langsung diminta foto), ngisi absen (registrasi maksudnya), dan masuk bertemu fathia. Selain gw dan fathia, ada juga anak smansa yang ikutan seperti Melody dan Fadillah. Klo anak psiko 05 sih ga nemu lagi yang lain.

II.B. Lapar
Jam menunjukkan jam setengah dua ketika gw datang. Orang-orang sudah makan siang dan gw lagi berada di waiting room dimana para kontestan menunggu dengan MC yang bercuap-cuap tanpa henti. Gw masih ga bisa fokus karena kelaparan. “Fath, laper nih” gw curhat. “keluar aja din” fathia memberikan solusi. Akhirnya gw pun keluar.

II.C. Tempat Makan
Tempat makan sudah sepi, tinggal ada beberapa sisa dan petugas pun sudah mulai membereskan. Tapi dengan semangat teguh akhirnya gw tetep mendapatkan makanan dengan gilang gemilang meski tanpa sendok. Sendok pun diambilin secara khusus untuk gw. Begitu juga dengan minumnya. Wah petugas yang baik hati, bisa membedakan dia mana yang membutuhkan mana yang tidak.

III. Kontes
Di sini gw udah males cerita (padahal ini inti ceritanya ya, haha), tapi keseluruhan acara seru kok, ternyata banyak juga remaja yang punya prestasi aneh-aneh. Meski sebagian banyak juga yang prestasinya kebanyakan di dunia modeling. Haduuh..

III.B. Juri
Gw ga kenal juri-jurinya, tapi sang pemred Cosmo Girl adalah yang bertanya pertama kali pada gw:

“kenapa kamu begitu mencintai alam?”

Haha. Karena tanpa alam kita bukan siapa-siapa. Gumam gw. Tapi itu bukan kata gw, itu kata Ayatrohaedi (MK-084-UI). Jadi gw jawab yang lain.

Ada satu pertanyaan yang gw jawab ngelantur, makanya gw yakin ga akan masuk ke top 30. Tapi ya sudahlah toh gw mendapat pengalaman baru dan lumayan menghibur di tengah weekend yang sehari-harinya harus magang.

IV. Pengumuman
Bener, audisi itu cape karena harus menunggu dan menunggu itu cape karena bikin waktu terbuang. Anyway, ternyata gw, fathia, melody, masuk ke dalam 30 besar. Barisan gw adalah 10 orang yang disebut pertama dan kebanyakan merasa ga akan masuk ke 30 besar. Makanya pas disebut kita pada diem semua, sementara gw bingung-bingung autis gitu, hihi.

Sebenernya ga ngaruh juga sih, karena selain dari 30 ini akan dipilih lagi 90 orang dari pelosok lainnya, lalu nanti dari 120 itu dipilih 20 orang finalis. Jadi kecil begitu kemungkinannya. Well, kita liat ntar aja..

Memang deh, nyobain sesuatu yang beda itu emang bener-bener seru!

V. Vote
Pas gw iseng-iseng buka websitenya, ternyata bisa vote loh! Tapi kalo via web harus join member dulu. Nah kalo sms bisa juga dikirim ke 3949:
Untuk vote gw: Join(spasi)Kotex(spasi)J091
Untuk vote Fathia: Join(spasi)Kotex(spasi)J094
Untuk vote Melody: Join(spasi)Kotex(spasi)J077

Hihi.. begitu saja ya! Ciao!

20.5.08

charger

Akhir-akhir ini gw kehilangan charger, entah kenapa.

Pertama, canon eos 350d gw, ga pernah dipake lagi karena light meter nya rusak. Eh, pas mau dibenerin, dicari-cari chargernya ga ada. Akhirnya kamera itu di-pending sampe sekarang ga bisa dipake & belum dibenerin.

Trus sekarang hp baru gw (iya gw punya hp baru loh, hihi.. bukan lagi si tamagochi) nexian 200d chargernya ilang juga. Batre pun kalo yang ini abis (ini lagi batere kedua, emang dikasih 2 batere) ga tau deh gimana nasibnya..

Bener-bener yah, secanggih apa pun, kalo chargernya ilang mah sama aja.. apalagi kalo charger yang dibutuhin bukan charger biasa, harus charger spesiall .. :(

Nah kalo kita (sehebat apapun kita), kalo 'charger'nya ilang, gimana?

x)

19.5.08

orbit

Siapa kita sebenarnya mungkin emang jadi misteri yang ga terpecahkan. Ya, misteri bukan tumis teri. Hahh ga lucu. Begitulah kalo lagi bingung sama diri sendiri, semua jadi ga orisinil, lucunya ga unik, senyumnya ga asli, sapanya ga nyata. Orang pun bisa aja ngerasa: saya bareng kamu tapi seperti ga bareng kamu. I am not okay, tapi siapa yang bisa nolong diri saya? Saya sendiri. Bukan kamu, dan bukan kamus (kamu pake imbuhan ‘s’ artinya kamu-kamu, kalo kata gilang mah). Yah begitulah.

Saya bingung seperti planet yang keluar dari orbitnya. Kalau diantara kamu pernah ada yang bilang tentang matahari dan saya, itu dulu. Saya sama planetnya dengan lain manusia. Tepatnya planet yang meleset dari orbitnya. Aneh. Kalo harusnya orang bingung akan identitas ketika remaja, saya justru baru akhir-akhir ini. Kalo orang terlihat semakin berkarakter dan nemu siapa dirinya, saya justru merasa itu cerita lalu. Kenapa begini. Kenapa begitu. Siapa saya. Saya siapa?

Yang pasti bukan spiderman, apalagi bukan wonderwoman. Karena aku bukan wonderwomen-mu. Itu kata jameelah, masa jameedong. Ya, ya. Sudah ah, tidak lucu.

“When everything's made to be broken
I just want you to know who I am ..”

Dan lagu Iris pun berputar-putar....

partner.

Berbagi. Mengingatkan. Menemani. Mengkritik. Memuji. Menyapa. Mengajak. Tersenyum. Ada.

Thanks :)

12.5.08

tuut...

"maaf, Orang yang anda hubungi sedang dalam perbaikan.. silahkan hubungi beberapa hari lagi."

begitu katanya.

10.5.08

think of thought

seharusnya semua yang dilalui usaha habis-habisan, berbuah hasil yang baik. tapi ternyata kadang tidak begitu. setelah semua diusahakan cuma ada satu kata yang menjelaskan. ini kekalahan kalau saja di pertandingan. ini kegagalan kalau saja di perjuangan.

terlalu malampaui diri mungkin memang tidak baik.
atau justru persepsi saja yang mesti kita ubah:
"inget adin, ga semua hal yang kita pengen, harus selalu kita punya."

ya, ya, bersyukur, itu intinya!

-adin dudul.